Herwin berhasil membubuhkan cacatan waktu rata-rata tercepat pada etape kesembilan yang berakhir di depan Monumen Bajra Sandhi Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali, Rabu.
Dengan hasil tersebut, pebalap terkenal itu berhak menyandang "yellow jersey" (kaos kuning) karena memenangkan pimpinan klasemen umum perorangan. Herwin berhasil mencatatkan waktu tercepat 28:02:06 dibandingkan 91 pebalap lainnya.
Sementara menempati posisi kedua klasemen umum adalah pebalap sepeda Indonesia lainnya Fatahilah Abdulah, sedangkan di urutan ketiga ditempati pebalap sepeda asal Australia, Edmund Holland.
Selain mampu merebut kaos kuning, Herwin juga berhak menyandang kaos merah putih atau menjadi pemuncak klasemen pebalap perorangan nasional.
Keberhasilan Herwin meraih kaos merah putih itu bukan yang pertama kalinya, sebab pada etape ketiga dia pun pernah meraihnya.
Pelaksanaan etape terakhir itu secara keseluruhan berjalan dengan baik dan tidak ada hambatan yang berarti. Meski jalur etape X menggunakan beberapa ruas jalan, namun lomba itu berjalan dengan baik.
Para peserta lomba yang berjumlah 92 pebalap pun mampu tampil dengan prima dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya masing-masing.
"Kami merasa lega, sebab etape terakhir yang berlangsung di Denpasar ini telah berjalan dengan baik," kata I Ketut Umada, pihak penyelenggara etape X dari Telkom.
Dikatakan, beberapa ruas jalan yang digunakan untuk jalur etape berhasil diamankan dengan baik, sehingga para pebalap sepeda yang mengikuti perlombaan tersebut bisa menampilkan kemampuan terbaik.
Sejak para pebalap sepeda dilepas dari garis start, warga Denpasar terus berdatangan memadati lokasi tempat pelaksanaan etape itu dimulai.
Mereka rela menunggu lama, untuk mengetahui siapa yang berhasil menjuarai etape terakhir itu. Hasilnya etape X pun dimenangkan oleh pebalap sepeda asal Malaysia Ahmadfakrullah Alis.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.