Denpasar (Antara Bali) - Putu Bagus Aditya Mahestra Devandra (1,5), bocah penderita kanker getah bening (hidrokel) akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Selasa siang.

"Cucu saya meninggal siang tadi pukul 13.00 Wita di RS Sanglah," kata I Wayan Ariartha, kakek dari bocah yang akrab disapa Andra itu.

Pihak keluarga membawa Andra ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, Denpasar setelah kesehatannya terus memburuk sejak Jumat (22/10) lalu.

Andra mengalami dehidrasi berat sehingga saat istri Wali Kota Denpasar Selly Mantra membesuknya, langsung meminta agar buah hati pasangan Agus Deni Handayana dan Putu Novarisma Wiyatna dirawat di rumah sakit.

"Malam harinya cucu saya tidak bisa tidur, terus menangis bahkan sampai kesulitan bernafas," cerita Ariartha.

Andra diberi pertolongan tambahan oksigen, namun tetap saja upaya itu tak menolong dan kesehatannya makin menurun.

Melihat kondisi kesehatan Andra yang makin melemah, Selasa sekitar pukul 12.00 Wita, pihak keluarga merujuknya ke RSUP Sanglah. Sayangnya nyawa Andra tak tertolong meninggal tak lama setelah dirawat di rumah sakit terbesar di Bali itu.

Kepergian Andra untuk selemanya itu membuat keluarga besarnya terpukul. Sebab mereka tengah mempersiapkan rencana bagi Andra untuk menjalani pengobatan dan operasi di Negeri China.

Sesuai kesepakatan keluarga dan dorongan banyak pihak, sedianya Andra akan dibawa ke di RS Cancer Fuda China, karena itu pihak keluarga tengah sibuk menggalang dana untuk biaya pengobatan Andra.

Setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga rencananya akan membawa Andra pulang ke kampung halaman Ariartha, sang kakek di Banjar Jaga Perang, Desa Sidan, Kecamatan/Kabupaten Gianyar.

Jika tidak ada halangan, ujar Ariartha, Selasa sore sekitar pukul 18.00 Wita, Andra dikuburkan secara Hindu.

Ariartha mewakili pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada media dan semua pihak yang telah memberi dukungan moral dan bantuan material untuk pengobatan Andra.

Seperti diketahui, Andra sejak enam bulan, mengalami kelainan pada bagian kiri buah pelirnya yang terlihat membesar. Setelah dioperasi di RS Sanglah, 12 Juni 2010, satu buah pelir Andra diangkat dan dilakukan penyedotan cairan di sekitarnya, penyakit Andra tidak kunjung sembuh, bahkan semakin parah. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026