"Kejadiannya berlangsung cepat. Warga penghuni kos-kosan begitu mendengar teriakan minta tolong berusaha masuk ke kamar korban," ujar Febri, saksi mata di lokasi kejadian saat ditemui, Minggu.
Diceritakan, saat mereka berhasil masuk dengan terlebih dahulu mendobrak pintu kamar, mendapati Nindi Oristya Wanda (20), mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud), sudah bersimbah darah sembari memegangi perutnya.
Melihat hal itu, rekan-rekan korban dan penghuni kos lainnya segera melarikannya ke Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, guna mendapatkan perawatan.
Sebelum kejadian, beberapa penghuni kos mengaku tidak melihat ada orang asing masuk ke lingkungan mereka. Diduga pelaku masuk lewat atap plafon kamar kemudian turun hendak mengambil harta benda korban.
Saat melihat banyak warga datang ke lokasi, perampok berusaha kabur. Namun karena terdesak, ia lari bersembunyi di toilet di dalam kamar.
Setelah menghubungi kepolisian, warga berusaha menangkap pelaku, sampai akhirnya berhasil meringkus perampok bersenjata tajam itu.
Polisi segera menggelandang pelaku dan mengamankannya ke Mapolsek Denpasar Selatan guna menjalani proses hukum.
Kapolsek Denpasar Selatan AKP Leo Pasaribu menyatakan masih melakukan pencarian terhadap barang bukti.
"Kami sudah amankan satu orang pelaku di Mapolsek. Sekarang kami masih mencari senjata pisau sangkur yang digunakan menusuk itu," kata Leo.
Kapolsek enggan menjelaskan lebih jauh identitas pelaku dengan dalih kasusnya masih dalam pemeriksaan intensif.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.