Singaraja (Antara Bali) - Komisi Pemilihan Umum Buleleng, Bali, telah menganggarkan dana penyelenggaraan pilkada tahun 2012 sebesar Rp26 miliar.

Kepada wartawan, Ketua KPU Buleleng, Kadek Cita Ardana Yudi,  Kamis mengatakan, dana yang akan diusulkan ke Pemkab Buleleng itu, sudah merupakan penyelenggaraan pemilu putaran satu dan putaran dua.

Dia mengatakan, adanya anggaran penyelenggaraan pilkada pada putaran kedua, sebagai langkah antisipasi. "Jika tidak sampai putaran kedua, maka dana itu akan dikembalikan," tandasnya.

Dana sebesar itu, nantinya akan dipergunakan untuk honor petugas tersedot sekitar 40 persen atau Rp10 miliar lebih.

Itu artinya, KPU Buleleng sebagai lembaga penyelenggaran pemilu di daerah ini, tidak main-main dalam menghadapi pesta demokrasi tersebut.

Tahapan Pilkada Bupati/Wakil Bupati Buleleng sudah akan dimulai Nopember 2011, sedangkan pelaksanaan pilkada di Buleleng  tahun 2012. Menurut Yudi, pelaksanaannya diperkirakan akhir bulan April atau awal bulan Mei.

"Saat ini sedang dilakukan proses pengusulan anggaran ke Pemkab Buleleng," tandas Yudi.

Menurut dia, honor petugas pun, pada pilkada mendatang akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelumnya.

Dari pengalaman sebelumnya, pelaksanaan pilkada Buleleng mendatang diperkirakan akan berlangsung lancar disertai kesadaran politik masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya juga akan meningkat.

Sementara, dari 148 Desa di Buleleng tersebar di 9 kecamatan, ternyata penduduknya yang mempunyai hak pilih sebanyak 650 ribu.

Mengingat Buleleng yang memiliki daerah terluas serta pendudukan terbanyak dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Bali, maka untuk menyukseskan proses pemungutan suara, akan ditempatkan 1.552 Tempat Pemungutan Suara. (*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026