"Anak saya menderita kanker darah sejak dua bulan lalu," kata sang ayah I Komang Sudi didampingi istri Ni Kadek Muliardini saat membawa Dwi Anggara ke RSUP Sanglah, Denpasar, Rabu.
Bocah asal Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, itu hingga kini kondisinya semakin buruk sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Namun meski menghadapi cobaan berat, pasangan Komang Sudi dan Muliardini mencoba tetap tabah dan terus memberi bersemangat untuk kesembuhan Anggara.
"Kira-kira lima puluh hari yang lalu, anak saya masuk rumah sakit karena perutnya membesar, badannya juga membiru, gusi bengkak, dan panas dingin," urainya.
Untungnya, belakangan kondisi Anggara mulai menunjukkan peningkatan setelah mendapat perawatan dokter.
Dia menjelaskan, Anggara kembali harus menjalani pemeriksaan pada Sabtu (16/10) lalu, karena penyakitnya kembali kambuh.
"Kami sebelumnya telah membawanya periksa di RS Kerta Husada dan sekarang kembali ke sini di RS Sanglah," ujar Sudi yang seorang petani coklat.
Setelah beberapa hari menginap di rumah sakit, kondisi pasien jamkesmas ini belum bisa menjalani pengobatan.
"Kata dokter, setelah tujuh hari setelah pengobatan, sumsum tulangnya akan diambil untuk sampel uji laboratorium," ucapnya.
Pasangan Sudi dan Muliardini, kini hanya pasrah dan berharap agar buah hati mereka dapat kembali pulih dan bisa meneruskan sekolah TK yang sempat putus beberapa bulan. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.