Singaraja (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, melalui Dinas Pertanian dan Peternakan menyatakan "perang" terhadap penyakit rabies yang disebabkan oleh gigitan anjing tersebut.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng I Putu Mertajiwa di Singaraja, Kamis mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan dalam upaya mencegah penyakit rabies, seperti penyuluhan kepada masyarakat, vaksinasi, termasuk eleminasi anjing.

"Dari 97.000 ekor anjing di daerah Buleleng, sampai saat ini sudah tereleminasi sekitar 14.000 ekor," katanya seusai kegiatan sosialisasi atas kerja sama antara Pemkab Buleleng dengan "Bali Animal Walfare Association" (BAWA).     

Menurutnya, untuk menanggulangi rabies di Buleleng tidak main-main, sehingga memerlukan dukungan semua pihak, pemerintah,  masyarakat, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), termasuk media masa.

Untuk di Buleleng, data menyebutkan sudah ada enam orang meninggal karena terjangkit penyakit rabies yang disebabkan oleh gigitan anjing.

Dengan gencarnya upaya, termasuk adanya kesadaran masyarakat di sejumlah desa untuk melakukan eleminasi anjingnya, Putu Mertajiwa mempunyai keyakinan 70 persen dari pupulasi anjing di daerahnya akan tervaksin.

Dengan demikian, sebelum pencanangan Bali sebagai daerah bebas rabies pada 2012, Buleleng sudah lebih awal bebas rabies.

Adanya uluran kerja sama dari lembaga sosial seperti BAWA pimpinan Corlevin Kalalo dalam menanggulangi rabies ini, akan sangat membantu Bali khususnya Buleleng bebas rabies, ujar Putu Mertajiwa.

Sementara Manager BAWA Corlevin Kalalo mengemukakan, organisasi sosial yang dipimpinnya misinya sama dengan pemerintah dan bertekad untuk memerangi rabies, baik dengan memberi vaksin, maupun melakukan eleminasi dengan membunuh secara manusiawi yang diawali dengan membius selanjutnya dengan menyuntik.

Dia juga memuji langkah maupun upaya-upaya yang telah dilakukan Pemkab Buleleng melalui Dinas Pertanian dan Peternakan yang telah melibatkan semua lini sampai ke tingkat bawah dalam memberntas rabies ini.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026