Gianyar (Antara Bali) - I Ketut Sudarmada, perajin kaki palsu yang juga mengalami cacat fisik, datang berkeluh-kesah kepada Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati di Gianyar, Bali, Kamis.

Pria asal Tabanan penerima penghargaan Anugerah Ristek 2006 di bidang kesehatan, obat-obatan dan kosmetik dan pemerintah itu, mengaku sengaja mendatangi Bupati Gianyar yang dianggap memiliki kepedulian kemanusiaan yang tinggi dalam membantu antarsesama.

"Saya memberanikan diri menceritakan kesulitan saya sebagai perajin kaki palsu, walaupun dengan perasaan berat dan malu karena bagaimanapun saya bukanlah penduduk Gianyar," ucapnya.

Dia berharap ada sinergi dari Pemerintah Gianyar untuk membantu para penyandang cacat yang tidak mampu dalam membiayai diri, terutama untuk pengadaan kaki palsu.

"Saya juga berpesan kepada para penyadang cacat bahwa dengan keterbatasan fisik tidak harus menghalangi mereka untuk bisa hidup mandiri," kata pria yang juga menggunakan kaki palsu itu. 

Dalam pertemuan dengan bupati itu, Sudarmada juga menceritakan asal usul dirinya memakai sekaligus menjadi perajin kaki palsu.

"Saya mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor hingga salah satu kaki saya harus diamputasi," katanya.

Setelah itu, berbekal tekad, Sudarmada mengaku mulai belajar membuat kaki palsu pada 1988.

Dia mengaku timbul niat untuk membikin sendiri kaki palsu setelah barang sejenis yang dijual di pasaran tidak dapat dipakai secara nyaman.

"Kami sering membeli kaki palsu, tetapi tidak nyaman. Untuk itu kami berusaha keras memodifikasi kaki palsu hingga kemudian menjadi perajin sampai sekarang," ucapnya.

Ia mengatakan bahwa kaki palsu tidak dapat diproduksi secara massal, namun harus dibuat sesuai dengan kebutuhan pengguna. "Masalahnya, setiap pengguna mempunyai bentuk, struktur tulang dan tubuh yang berbeda," katanya.

Dia menyebutkan, untuk membuat kaki palsu harus lebih banyak menggunakan "feeling" serta pengalaman pribadi dalam menggunakan kaki buatan itu.

"Kesulitan bagi para pembuat kaki palsu adalah pada penyetelan titik tumpu dan ayun kaki si pemakai," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya bekerja bersama empat karyawan di "show room" sekaligus rumah tinggalnya di Banjar Sanda, Desa Pupuan, Kabupaten Tabanan.

"Selain dijadikan show room, rumah itu juga saya jadikan tempat menginap bagi para penyandang cacat yang memesan kaki palsu hingga barang pesanannya selesai dibuat dan dapat digunakan dengan lancar dan nyaman," ucapnya.

Untuk pemesan yang berasal dari ekonomi mampu, jelas Sudarmada,  harga kaki palsu ditetapkan lebih tinggi. "Ini saya lakukan agar ada subsidi silang bagi penyandang cacat yang tidak mampu," katanya sambil tersenyum.

Sudarmada mengungkapkan, permintaan kaki palsu gratis dari penyandang cacat yang tidak mampu secara ekonomi, tergolong cukup  banyak. Namun karena keterbatasan dana, tidak semua permintaan bisa dikabulkan.

Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung semangat kepedulian dan pengabdian Ketut Sudarmada kepada para penyandang cacat.

Keberadaan perajin kaki palsu Sudarmada, kata Bupati Cok Ace mampu mengembalikan harapan dan semangat para penyandang cacat untuk kembali bangkit menata hidupnya dengan menggunakan kaki palsu buatannya.

Selain itu, bupati yang akrab dipanggil Cok Ace juga mengaku bangga dengan tekad dan sumbangsih Sudarmada yang diharapkan bisa menginspirasi para penyandang cacat untuk optimistis dan maju secara mandiri. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026