Singaraja (Antara Bali) - Bupati Buleleng Putu Bagiada melepas 35 orang peserta magang ke Jepang angkatan kedua di lobi kantor bupati di Singaraja, Bali, Selasa.

Pada hari yang sama bupati juga melepas sebanyak 40 tenaga kerja kapal pesiar yang direkrut PT Bali Paradise Citra Dewata Denpasar.

Pada acara pelepasan, para peserta magang terlihat menunjukkan ekspresi kegembiraan setelah sebelumnya keberangkatan mereka sempat tertunda ke negeri matahari terbit itu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buleleng Dra Made Sulastri mengatakan, pemberangkatan peserta magang ke Jepang dilakukan pihaknya dalam dua tahap, yakni pada 14 Oktober sebanyak 21 orang, dan menyusul 20 Oktober 14 orang.

Program magang ini, kata Sulastri, merupakan bentuk kerja sama Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan Koperasi Usaha Peternakan Tsukuba Ibaraki Jepang dan PT Bali Paradise Citra Dewata yang menangani tenaga kerja kapal pesiar Mediterranean Shipping Cruise (MSC).

Sebelum diberangkatkan ke Jepang, para peserta dari kalangan generaasi muda itu diberikan pembekalan berupa pelatihan bahasa Jepang, termasuk pembinaan mental dan fisik secara gratis yang dibiayai APBD Buleleng tahun 2010.

Selama pelatihan di Jepang, mereka diberikan gaji setiap bulan, yang tunjungannya mencapai 6.000 yen tahap pertama dan tahap kedua diberikan 9.000 yen.

Khusus peserta magang asal Buleleng yang telah mendapat pelatihan di bidang usaha peternakan, akan menjalani masa kontrak selama tiga tahun.

Bahkan, kata dia, mereka telah diasuransikan pada Asuransi Siswa Pelatihan Asing dari Pelatihan Organisasi Kerja Sama Internasional, sebagai upaya antisipasi bila terjadi kematian, terluka dan sakit selama pelatihan.

Bupati Buleleng Putu Bagiada dalam sambutannya mengatakan, kerja sama pihaknya dengan pemerintah Jepang merupakan upaya menciptakan kesempatan kerja guna menanggulangi masalah pengangguran.

Namun, menurut bupati, pembangunan bidang ketenagakerjaan yang diupayakan dari tahun ke tahun belum juga mampu memenuhi harapan bersama.

Masalahnya, kata dia, penyerapan tenaga kerja selama ini sangat kecil, sedangkan di satu sisi pertumbuhan kesempatan kerja sangat terbatas sebagai dampak dari krisis global yang berkepanjangan.

Bupati berharap kepada tenaga kerja kapal pesiar mampu bekerja dengan penuh semangat, disiplin, profesional serta dapat menjaga nama baik daerah Buleleng. (*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026