"Mereka sebagian besar datang melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya, hanya 538 orang lewat pelabuhan laut menggunakan kapal pesiar," katanya di Denpasar, Selasa.
Ia menjelaskan, kunjungan wisatawan Prancis selama periode tersebut menurun tipis hanya 0,19 persen dibanding kurun waktu yang sama 2009 yang tercatat 73.167 orang.
Ia mengatakan, walaupun masyarakat Prancis ke Bali berkurang, namun negara itu mampu menempati urutan ketujuh.
Urutan Prancis adalah setelah Australia, Jepang, China, Malaysia, kawasan Taiwan dan Korea Selatan dari 10 negara terbanyak yang memasok wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata.
Negara itu mampu memberikan kontribusi sebesar 4,35 persen dari total wisatawan mancanegara berlibur ke Pulau Dewata sebanyak 1.878.170 orang selama delapan bulan pertama 2010.
Kondisi tersebut mengalami peningkatan sebesar 9,11 persen dibanding periode yang sama 2009 yang tercatat 1.539.048 orang.
Gede Suarsa menjelaskan, dari 10 negara terbanyak memasok turis ke Bali, enam kawasan dan negara di antaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan empat negara mengalami penurunan.
Keenam kawasan dan negara yang masyarakat semakin bergairah ke Bali terdiri atas Taiwan sebesar 9,94 persen dari 80.452 orang pada Januari-Agustus 2009 menjadi 88.448 orang pada periode yang sama 2010.
Selain itu, Australia sebesar 47,25 persen dari 271.643 orang menjadi 399.988 orang, China berada pada posisi ketiga mengirim 139.501 orang, bertambah 2,79 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya 135.710 orang.
Sementara wisatawan Inggris berkunjung ke Bali meningkat 6,49 persen dari 58.560 orang pada Januari-Agustus 2009 menjadi 62.358 orang periode yang sama 2010.
Wisatawan asal Jerman meningkat 7,11 persen dari 50.800 orang menjadi 54.410 orang.
Wisatawan Singapura yang menempati urutan ke-10 mengalami peningkatan sangat pesat yakni 54,96 persen dari 34.943 orang menjadi 54.147 orang.
Gede Suarsa menambahkan, empat negara yang mengalami penurunan selain Prancis juga Jepang sebesar 22,67 persen dari 218.280 orang selama delapan bulan pertama 2009 menjadi hanya 168.806 orang pada periode yang sama 2010.
Selain itu, juga Malaysia berkurang 3,75 persen dari 93.962 orang selama delapan bulan pertama 2009 menjadi 90.438 orang pada periode yang sama 2010 dan Korea Selatan 2,09 persen dari 85.123 orang menjadi 83.342 orang, ujar Gede Suarsa.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.