Tabanan (Antara Bali) - Pencemaran lingkungan akibat aktivitas manusia perlu mendapat perhatian dari semua pihak, mengingat kelestarian lingkungan merupakan warisan kepada generasi berikutnya yang tidak ternilai harganya.

"Hal itu penting karena isu lingkungan semakin keras gaungnya dari masa ke masa," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tabanan Anak Agung Raka Icwara pada peringatan Hari Lingkungan Hidup di Lapangan Alit Saputra, Jumat.

Ia mengingatkan, kerusakan lingkungan hidup yang terjadi sebagai akibat dinamika pembangunan yang terus terjadi.

Pada sisi lain, kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup tidak berbanding lurus dengan upaya nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Alit Saputra menambahkan, peringatan Hari Lingkungan Hidup yang rutin digelar tiap tahun terasa kurang gaungnya.

Bahkan di luar komunitas yang peduli dengan urusan pelerstarian lingkungan hidup, peringatan hari lingkungan hidup itu kurang begitu membumi, padahal peringatan hari lingkungan hidup dilaksanakan sejak tahun 1972.

Oleh sebab itu pihaknya berusaha menggandeng sejumlah perusahaan swasta maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan hidup.

Dengan demikian diharapkan, peringatan hari lingkungan hidup lebih gencar. "Kami berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup lebih memasyarakat lagi, karena bagaimanapun juga bumi ini hanya titipan untuk diwariskan lagi kepada anak cucu," katanya.

Dalam meningkatkan kelestarian lingkungan melibatkan antara lain Enviro Pallets, PT Coca Cola, Hardys Foundation, dan LSM Kunti Bakti yang selama ini peduli terhadap kegiatan pengolahan sampah.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini bisa dilaksanakan dengan penyerahan seratus biopori, lubang menyerapan air hujan kepada sejumlah desa yang menjadi titik pantau penilaian Adipura.  Selain itu, juga menyerahkan sejumlah unit bak sampah untuk menunjang kegiatan bank sampah. (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026