"Upaya dan terobosan promosi itu dilakukan pemerintah daerah," kata Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali, Senin.
Menurut mantan bupati Gianyar ini, kebanyakan provinsi di Indonesia tidak serius dalam mempromosikan pariwisata di daerahnya masing-masing, hal itu menjadi kendala lambatnya perkembangan pariwisata.
Selain itu, kurang seriusnya pemerintah daerah dalam mengelola pariwisata dapat dilihat dari buruknya tata kelola destinasi wisata maupun infrastruktur. "Buruknya infrastruktur dan tata kelola objek wisata menjadi alasan beberapa daerah tidak siap mempromosikan daerah dengan baik," ujar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.
Ia mencontohkan, buruknya pengelolaan infrastruktur di daerah Gianyar, terutama menyangkut objek wisata Ubud. "Di Ubud infrastrukturnya berantakan sekali. Jalan rusak dimana-mana, sehingga membuat wisatawan tidak nyaman. Hal ini yang membuat pariwisata tidak berkembang," kata dia.
Berkenaan dengan itu, tokoh puri Ubud ini pesimis berapapun biaya yang dikeluarkan pemerintah pusat tidak akan sukses jika tidak ada dukungan dari pemerintah daerah. "Besarnya promosi pariwisata jika tidak sejalan dengan program dan pembenahan destinasi wisata di daerah, maka, tidak akan menunjukkan hasil yang maksimal," ujar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. (WDY)
Pewarta: Oleh I Made Bagus Andi PurnomoEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.