"Generasi muda di Bali harus digembleng untuk terbiasa bekerja keras, sekaligus meningkatkan kemampuannya agar menjadi generasi pemenang dalam persaingan ini," katanya di "Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS)" di Denpasar, Minggu.
Menurut dia, Bali sebagai daerah tujuan utama pariwisata internasional dipastikan akan menjadi ajang persaingan kerja yang sangat ketat pada saat MEA diberlakukan.
Pastika juga mencermati bahwa saat ini kebanyakan anak muda malas untuk mencari pekerjaan. Mereka lebih sibuk sendiri dengan dunianya, seperti memperkuat kedua jempolnya untuk bermain "gadget".
Hal ini, ucap dia, semakin diperburuk dengan sikap generasi muda yang tidak peduli terhadap perkembangan global. "Sudah dipastikan mereka tidak akan siap menghadapi MEA dan hanya jadi pengangguran," ujarnya.
Mantan Kapolda Bali itu juga meminta generasi muda untuk segera bangkit dan berbenah diri serta terus melatih keterampilan bahasa asing dan kompetensi lainnya agar berdaya saing.
Selanjutnya, kepada para orang tua, Gubernur juga mengimbau agar tidak memanjakan anak-anaknya secara berlebihan yang berdampak negatif.
"Mari kita gembleng generasi muda untuk menjadikan mereka pemenang, bukan menjadikan mereka pencundang karena saat ini tidak ada jalan bahagia bertaburan bunga, melainkan berliku, naik-turun, dan penuh dengan duri. Oleh karenanya, siapkan senjata untuk itu," kata Pastika. (WDY)
Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.