Denpasar (Antara Bali) - Kegiatan "Gema Perdamaian" tahun 2010 yang akan digelar di Monumen Perjuangan Rakyat Bali "Bajra Sandhi" di Denpasar pada 12 Oktober 2010, dijadwalkan melibatkan ribuan peserta.

Ketua Umum Acara "Gema Perdamaian" Ketut Darmika di Denpasar, Senin mengatakan, kegiatan yang digelar setiap tahun ini merupakan momentum sarana untuk menyosialisasikan damai kepada masyarakat dunia.

"Kami berharap dari Bali akan bergema spirit kedamaian bagi terciptanya perdamaian dunia beserta isinya, serta Pulau Dewata dapat menjadi ikon perdamaian dunia," kata Darmika yang didampingi panitia lainnya.

Dikatakan, dalam kegiatan yang melibatkan tokoh masyarakat dan antarumat beragama tersebut akan diawali dengan prosesi mengelilingi Monumen Bajra Sandhi.

"Proses mengelilingi monumen tersebut tidak jauh dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, yaitu peserta akan berkeliling sembari mengumandangkan nyanyian suci dari masing-masing agama dan kepercayaan yang mereka anut," ucapnya.

Dalam prosesi tersebut, kata dia, juga akan ditabuh gamelan, seperti gong bleganjur dan alat-alat musik lainnya.

"Usai acara mengelilingi monumen itu, dilanjutkan doa bersama. Para rohaniawan dari lintasagama akan berdiri memimpin doa dengan bahasa universal, dilanjutkan pemukulan gong perdamaian," ucapnya.

Darmika mengatakan, kegiatan "Gema Perdamaian" diselenggarakan sebagai titik tolak momentum memaknai arti penting damai dalam kehidupan manusia pascatragedi kemanusiaan, bom Bali pada 12 Oktober 2002.

"Kegiatan ini bukan memperingati peristiwa tersebut, tetapi bagaimana memaknai kejadian itu untuk membangkitkan semangat perdamaian bagi kehidupan manusia di bumi ini," ujarnya.

Dikatakan, dengan hidup damai akan tumbuh semangat membangun kehidupan bagi insan manusia beserta lingkungannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah "Gema Perdamaian" Suryawan mengatakan, perdamaian ini harus dikumandangkan oleh semua warga masyarakat.

"Dalam perdamaian itu akan menjadikan setiap manusia menyadari perbedaan yang ada, baik dari suku, agama maupun ras," ucapnya.

Ia mengungkapkan, bangsa Indonesia telah memiliki semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" (berbeda-beda tetapi tetap satu). Bila semua warga bisa menjalankan makna semboyan itu, maka bangsa Indonesia akan hidup damai.

"Namun sampai saat ini, masih banyak ditemukan warga masyarakat yang belum memaknai perbedaan itu. Contohnya, masih terjadi konflik adat, walau dalam konflik tersebut ditengarai ada kepentingan lain," katanya.

Suryawan mengatakan, pada pelaksanaan "Gema Perdamaian" 2011 mendatang, direncanakan melibatkan peserta tidak saja dari Bali, tetapi juga dari luar negeri.

"Kami berharap kegiatan 'Gema Perdamaian' yang diprakarsai dari Bali akan dapat bergema hingga ke seluruh Indonesia dan bahkan dunia," katanya.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026