"Selain itu, produksi pupuk organik dari unit Simantri juga harus ditingkatkan dari sisi kualitas dan kuantitasnya sehingga nantinya dapat menggantikan pupuk kimia," kata Sudikerta saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Pemantapan Pelaksanaan Simantri, di Denpasar, Selasa.
Pemerintah Provinsi Bali telah meluncurkan program Simantri sejak 2009 dan hingga akhir 2014 sudah terbentuk 502 unit Simantri.
Menurut dia, program Simantri merupakan program pro rakyat karena mengembangkan model percontohan untuk percepatan adopsi alih teknologi pertanian dan agribisnis.
Sudikerta berharap melalui pertemuan tersebut dapat dijadikan alat evaluasi serta penentuan rencana ke depan untuk kemajuan Simantri yang lebih baik.
"Simantri itu tidak hanya untuk memelihara sapi saja, namun bagaimana mengintegrasikan pertanian yaitu berupa pemanfaatan limbah dari sapi baik kotoran dan urine secara optimal. Dengan demikian dapat bermanfaat untuk membantu anggota kelompok, baik itu untuk keperluan sendiri atau untuk menambah nilai ekonomis," ujar Sudikerta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengemukakan rapat koordinasi tersebut merupakan rapat yang kedua.
Ia menambahkan untuk hibah uang kepada kelompok penerima program Simantri pada 2015 ditingkatkan besarannya menjadi Rp225 juta per unit yang sebelumnya pada tahun 2014 memperoleh Rp200 juta per unit.
Pada rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Tim Simantri Provinsi Bali, Asosiasi Simantri Provinsi Bali, dan perwakilan pendamping Simantri Kabupaten/Kota se-Bali. (WDY)
Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.