Bangli (Antara Bali) - Universitas Udayana Denpasar berhasil menghimpun dana dari para dosen dan pejabat di kampus tersebut untuk membantu anak kurang mampu di Desa Pengotan, Kecamatan/Kabupaten Bangli.
"Bantuan ini dilakukan sekaligus untuk menyukseskan gerakan nasional orang tua asuh (GNOTA). Bantuan diperoleh dengan sistem potong gaji dan kemudian diserahkan kepada anak-anak kurang mampu dari desa ini," kata Rektor Unud Prof Dr I Made Bakta di sela-sela penyerahan bantuan GNOTA di Desa Pengotan, Bangli, Minggu.
Program membantu anak tidak mampu itu, katanya, merupakan program dari Unud dengan nama "Desa Dampingan" dan kebetulan Desa Pengotan sebagai pilot projek.
Ia menjelaskan, pilihan Desa Pengotan ini karena dilihat dari rumah tangga miskin (RTM) di Bangli mencapai 56 persen. Selain itu merupakan wujud kepedulian Unud terhadap masyarakat kurang mampu dan penjabaran dari Tri Dharma perguruan tinggi.
Bakta dan tim Unud mengaku datang ke Desa Pengotan tidak membawa uang, melainkan program untuk membantu pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan.
"Kalau kami bawa uang, habis uang, maka semuanya akan habis. Kalau kami bawa program, selamanya akan bisa dimanfaatkan," katanya.
Dia mengaku kalau program "Desa Dampingan" itu telah tersebar di sejumlah desa di Bali.
Disebutkan, jumlah siswa SD dan SMP asal Desa Pengotan yang menerima bantuan GNOTA mencapai 386 siswa, dimana untuk siswa SD mendapatkan bantuan Rp20 ribu per bulan, sedangkan untuk SMP Rp35 ribu per bulan.
Bantuan itu akan dicairkan melalui LPD Pakraman Pengotan. Unud juga akan memberikan beasiswa bagi warga Pengotan yang kuliah di Unud.
Sementara Bupati Bangli Made Gianyar menyambut baik program Desa Dampingan yang dipelopori oleh Unud di Kabupaten Bangli.
Ia mengaku optimis program tersebut bisa berjalan dengan baik sejalan dengan semangat masyarakat menerima program itu.
Bupati Gianyar sepakat dengan Rektor Unud Made Bakta, dimana sekarang ini masyarakat jangan hanya diberikan ikan, melainkan diberikan kail.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.