"Pembangunan bedah rumah untuk masyarakat miskin dijabarkan dalam visi misi pemerintahan Eka-Jaya," kata Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada acara peresmian bedah rumah yang dibangun Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Tabanan, Senin.
Ia mengatakan, komitmen untuk memprioritaskan kesejahteraan warga tidak mampu itu dibuktikan dengan menggulirkan program bantuan rumah secara berkelanjutan setiap tahun dengan tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas.
Meskipun dari sisi anggaran, khususnya dari pendapatan asli daerah (PAD), Kabupaten Tabanan masih minim. Karena itu, dengan tetap mengandalkan anggaran daerah baik dari Pemerintah Provinsi maupun kabupaten.
Pembangunan beda rumah masih bertumpu pada bantuan "coorporate social responsibility" (CSR) dari berbagai pihak. Salah satunya dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali yang setiap tahunnya tidak pernah absen mengucurkan bantuan.
BPD Bali kembali meresmikan program bedah rumah yang secara simbolis dilaksanakan dalam bentuk penyerahan kunci dan penyerahan bingkisan bantuan dari Dinas Sosial di rumah I Ketut Nuada (39), warga Banjar Pande, Desa Gubug, Tabanan.
Selain Bupati Eka peresmian itu juga disaksikan Direktur Operasional BPD Bali I Wayan Sujana, Direktur BPD Bali Cabang Tabanan Ida Bagus Ary Guntur, Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan dan Kadis Kesehatan setempat dr Nyoman Suratmika.
Selain Nuada ada juga yang menerima bantuan rumah I Gede Komang Wijaya (39), warga Banjar Batanpoh, Desa Pandak Gede, Kediri dan I Made Wena di Banjar Batugaing Kaja, Desa Beraban, Kediri.
Bupati Eka dan rombongan sempat mengunjungi keluarga yang menerima bantuan rumah yang lokasinya secara terpencar itu serta menyampaikan terima kasih kepada BPD Bali yang sampai saat ini tetap konsisten membantu masyarakat Tabanan yang kurang mampu.
"Saya selaku kepala daerah dan juga mewakili masyarakat Tabanan berterima kasih kepada BPD Bali atas bantuannya," ujar Bupati Eka.
Demikian halnya kepada pihak lainnya yang secara rutin mengucurkan CSR kepada masyarakat Tabanan yang kurang mampu.
Menurutnya, kegiatan seperti ini mesti terus dipupuk dan didasari dengan niat pengorbanan suci (yadnya).
"Kedepannya kita berharap BPD sebagai partner pemerintah kalau bisa menambah bantuannya bila mendapatkan untung yang lebih.
Begitu juga dengan Dinas Sosial agar lebih selektif menjaring calon penerima bantuan. Karena tidak sedikit masyarakat yang menunggu bantuan sampai dua tahun," ujar Bupati Eka.
Menariknya, Bupati Eka juga sempat mengungkapkan harapannya terkait keluarga Nuada yang sudah belasan tahun membentuk rumah tangga, namun sampai kini belum dikaruniai anak.
Sembari memecah suasana dengan humor ringan, Bupati Eka mengungkapkan dengan adanya rezeki bagi Nuada dalam bentuk bedah rumah, Nuada dan istrinya bisa dikaruniai anak.
Sementaraitu, Direktur Operasional BPDBali I Wayan Sujana mengatakan, bantuan bedah rumah yang telah dikucurkan selama ini menyebar ke seluruh kabupaten di Bali.
Bahkan pada 2014 mengucurkan anggaran hingga Rp 5,8 miliar. Sementara khusus untuk bantuan bedah rumah bagi Kabupaten Tabanan mencapai Rp421 juta untuk membangun 12 unit rumah.
Sujana menambahkan, sejak menggulirkan program CSR, pihaknya selalu berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan berbagai persoalan sosial. Sehingga, program CSR kini berkembang menjadi delapan bidang.
"Untuk siswa berprestasi kami ada, untuk lingkungan bahkan juga menjangkau kebudayaan. Kami berharap program CSR akan terus berlanjut. Bahkan kami akan ikut dengan Dinas Sosial maupun kepala desa melakukan survei. Sehingga bantuan yang kita siapkan lebih bermanfaat dan tepatsasaran, ujarnya. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.