Denpasar (Antara Bali) - Bali mengimpor berbagai jenis mesin dan komponen alat produksi senilai 351,27 juta dolar AS selama tahun 2014, naik 10,12 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 318,987 juta dolar AS.

"Khusus impor bulan Desember 2014 tercatat 17,96 juta dolar AS, menurun 57,31 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya mencapai 42,07 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan, ekspor bulan Desember 2014, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya ( November 2014) berkurang 68,10 persen yang mencapai 56,31 juta dolar AS.

Bali mengimpor mesin-mesin dan aneka jenis barang produksi untuk diolah lebih lanjut menjadi barang dan aneka jenis cindera mata lainnya yang siap diekspor ke pasaran luar negeri yang mampu memberikan nilai tambah jauh lebih besar.

Panasunan Siregar menambahkan impor alat produksi itu dinilai jauh lebih baik dibandingkan mendatangkan bahan makanan atau minuman untuk memenuhi kebutuhan konsumen, yang hanya menghamburkan devisa.

Impor yang dilakukan Bali berupa alat produksi (peralatan listrik) dan alat produksi lainnya akan memberikan dampak positif dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan perolehan devisa yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Komponen impor itu antara lain mesin-mesin (mekanik) untuk proses produksi sebesar 35,39 persen, menyusul produk gandum-ganduman 24,40 persen dan produksi mesin-mesin listrik 6,97 persen.

Selain itu juga mendatangkan dari luar negeri berupa produk perhiasan (permata) 4,51 persen dan produk lonceng (arloji) 3,61 persen.

Panusunan Siregar menambahkan, aneka jenis produk luar negeri itu didatangkan dari Vietnam yang mencapai 27,17 persen, menyusul Firlandia 23,47 persen, Tiongkok 17,71 persen, Singapura 8,25 persen dan Australia 5,90 persen.

Nilai impor tersebut masih jauh di bawah perolehan ekspor Bali dalam tahun yang sama mencapai 536,33 juta dolar AS, ujar Panasunan Siregar.  (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026