Gianyar (Antara Bali) - Kebun Binatang Bali atau Bali Zoo Park di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, tampak "dikerubuti" ratusan wisatawan domistik pada H+3 Lebaran, Selasa.

"Sejak pagi tadi, ratusan pengunjung masuk ke Kebun Binatang Bali (KBB). Dibandingkan hari biasa, kini terjadi peningkatan sampai 300 persen," kata I Made Pariasa, Humas Kebun Binatang Bali, di Gianyar, Selasa.

Ia mengatakan, pada hari-hari biasa, jumlah kunjungan rata-rata sebanyak 200 orang, tapi saat ini kurang lebih enam ratus wisatawan domistik datang berkunjung ke KBB.

"Mereka sengaja datang ke kebun binatang untuk melepaskan penat," ucapnya menambahkan.

Di kebun binatang tersebut, para pengunjung tidak saja dapat melihat aneka jenis satwa, tetapi juga bisa memberi pakan sendiri terhadap beberapa jenis binatang yang memang disiapkan untuk itu.

Satwa yang dibenarkan untuk diberi makan oleh pengunjung antara lain orangutan, monyet, kuda zebra dan singa.

Dikatakan, saking melonjaknya jumlah pengunjung, daging sapi yang disiapkan untuk makanan singa seharga Rp25.000 per potong, habis terjual. "Daging yang kami sediakan untuk makanan singa, ludes," ucapnya.

Tingginya minat membeli daging, kata Pariasa, karena mereka ingin melihat gaya singa memangsa makanannya di "Pulau Singa" yang berada di areal Kebun Binatang Bali.

"Di pulau ini banyak pengunjung ingin melihat atraksi singa makan daging," ujarnya.

Selain memberi makan singa di "Pulau Singa", kata Pariasa, pengunjung juga lebih banyak ingin mengetahui segala jenis satwa yang ditangkar di kebun KBB.

"Salah satunya mereka juga antusias melihat orangutan besar bernama Jacky," katanya.

Selain orang hutan, jelas Pariasa, para pengunjung juga tertarik naik kuda keliling kebun binatang. "Naik kuda itu berlaku untuk anak-anak, tarifnya Rp20.000 per-orang," ucapnya.

Kendati pengunjung membeludak, ujar Pariasa, pihak managemen kebun binatang tidak menaikkan harga tiket. "Harga tiket masih tetap seperti biasa," ujarnya.

Menurut dia, untuk wisatawan domistik tiket masuk dikenakan Rp6.000 per orang, sedangkan wisatawan asing 24 dolar AS/orang. Untuk masyarakat lokal Bali diminta Rp5.000/orang.

"Kalau anak-anak kami kenai biayai setengah dari orang dewasa. Hal ini berlaku baik untuk wisatawan asing, maupun domistik dan lokal," ujarnya.

Pariasa memprediksi angka kunjungan akan tetap tinggi hingga pekan depan. "Peningkatan jumlah kunjungan ini merupakan hal yang biasa pada saat liburan Lebaran," ucapnya.

Yanti, salah seorang pengunjung asal Kota Bandung, Jawa Barat mengaku sengaja datang berlibur ke Pulau Dewata terus ke kebun binatang untuk melepaskan kepenatan.

"Saya sengaja pilih kebun binatang, karena saya sayang dan senang dengan aneka jenis binatang," ujarnya sambil tersenyum.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026