Amlapura (Antara Bali) - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Karangasem, Bali, menangani seorang bocah berumur lima tahun asal Bandung, Jabar, yang ditemukan telantar di depan kuburan Desa Ulakan, Kecamatan Manggis.

"Kalau ada yang merasa kehilangan anak, silahkan menghubungi kami," kata Ketua P2TP2A Kabupaten Karangasem Ni Nyoman Suparni di Amlapura, Senin. 

Ia mengatakan, bocah yang diketahui berasal dari Bandung, Jawa Barat itu ditemukan pada Minggu (12/9) sekitar pukul 15.00 Wita. Begitu ditemukan warga, anak yang seperti mengalami keterbelakangan mental itu diinapkan di Mapolsek Manggis.

Kemudian Senin pagi, kata Suparni, pihaknya menjemput bocah itu. Anak itu dijemput untuk mendapatkan perawatan lebih baik di P2TP2A.

Ia memperkirakan, kalau bocah itu tertinggal oleh orang tuanya saat arus balik hari lebaran. Anak itu tidak bisa bahasa Indonesia, dia hanya pintar berbahasa Sunda.

Menurut dia, untuk mengetahui keinginan sang bocah, kata Suparni, pihaknya langsung menelpon seseorang yang bisa berbahasa Sunda. Begitu diterjemahkan bahasa itu, ternyata sang bocah sangat merindukan ibunya.

Selain rindu ibu, ujar Suparni, sang bocah juga mengaku  ayahnya bernama Asep dan ibunya Aminah. Dia juga menyebutkan kakak perempuannya bernama Tati.

Si bocah juga menuturkan, kalau dirinya ke Bali bersama orang tuanya menggunakan mobil. Jika dilihat dari gaya hidupnya, anak tersebut diduga berasal dari keluarga yang berada.

Ia menjelaskan sang bocah itu sangat pintar memainkan gitar dan menggunakan mesin cuci. Kemungkinan anak ini tertinggal karena lepas kontrol dari orang tuanya.

Saat ditemukan, anak tersebut menggunakan baju berwarna biru bertuliskan "bee cubhe" dengan celana pendek abu-abu yang di bagian bawahnya berwarna merah.

"Kepada masyarakat yang merasa kehilangan anak, kami mengimbau agar melaporkannya ke Mapolres Karangasem untuk selanjutnya mengambil anak tersebut ke P2TP2A Karangasem," ujarnya. (*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026