Denpasar (Antara Bali) - Setelah satu bulan penuh berpuasa,  membuat umat Islam semakin peka terhadap berbagai kesulitan dan kesengsaraan sesamanya sehingga kepedulian dan solidaritas umat seharusnya menjadi lebih baik, kata pengkhotbah Kiai Haji Najamuddin.

Hal itu disampaikan seusai shalat Idul Fitri 1431 Hijriah di Lapangan Lumintang, Kota Denpasar, Jumat pagi, yang dipenuhi sekitar 1.500 umat Muslim. 

Sejak matahari mulai menampakkan diri, umat Muslim itu berduyun-duyun menuju lapangan untuk melaksanakan shalat Id.

Bukan cuma di Lapangan Lumintang, shalat Id juga dilaksanakan di Lapangan Nitimandala, kompleks militer Praja Raksaka, dan beberapa tempat lain di Kota Denpasar.

Dalam khotbahnya, Najamuddin menyatakan, "Selama sebulan kita berpuasa. Banyak di antara kita bisa memilih makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Namun, jauh lebih banyak lagi saudara kita yang tidak bisa melakukan kenikmatan itu."

Dengan mengingat hal seperti itulah, katanya, kepekaan dan kepedulian terhadap sesama yang tidak mendapatkan kenikmatan itu selayaknya semakin ditingkatkan.

Pada Lebaran tahun ini, puluhan ribu warga yang bermukim di Bali mudik melalui jalur darat, laut, dan udara. Bandar Udara Internasional Ngurah Rai sampai ketambahan 81 penerbangan domestik untuk melayani pemakai jasa penerbangan dari dan ke Pulau Bali.

Akan tetapi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, arus penyeberangan di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, lebih sepi. Pada H-2, arus penyeberangan manusia dan kendaraan sudah mulai sepi.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026