Denpasar (Antara Bali) - Acara mudik bareng dari Bali, banyak mengilhami masyarakat dan perusahaan-perusahaan swasta untuk melakukan perjalanan pulang kampung merayakan Lebaran karena dapat mengirit biaya.

Disamping mengirit biaya juga masalah keamanan dan kenyamanan penumpang selama dalam perjalanan lebih terjamin, kata Kordinator Warga Persaudaraan Tegal Bali, Samlawi, yang melaksanakan mudik bareng di Denpasar Rabu.

Rombongan Warga Persaudaraan Tegal, Jawa Tengah yang umumnya sebagai pedagang martabak di Kota Denpasar, Bali, mulai mudik bersama menggunakan bus ke kampung halaman untuk bisa merayakan Lebaran 2010.

Pemudik yang diangkut dengan bus tampaknya yang terakhir, sebab sudah banyak anggota Persatuan Warga Persaudaraan Tegal, Jawa Tengah pulang mudik sejak Senin lalu (6/9) menggunakan tiga bus dan disusul sekarang ini, katanya.

Wakil Wali Kota Denpasar, Jaya Negara sebelumnya sempat melepas keberangkatan mudik bareng dari masyarakat muslim yang dibiayai oleh sebuah perusahaan di Denpasar dengan tujuan Semarang, Surabaya, Malang dan Solo.

"Saya mengharapkan para pemudik ini dapat tiba dengan selamat sampai di tempat tujuan. Jaga kondisi dengan baik-baik selama perjalanan, dan ingat agar selalu waspada sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pesan Jaya Negara.

Ia juga mengingatkan kepada sopir untuk tetap menjaga stamina dan kondisi tubuh sehingga perjalanan dapat lancar, sebab penyelenggaraan mudik bersama dapat meringankan beban dari masyarakat itu sendiri.

Adanya pengusaha memberikan fasilitas ini, maka masyarakat dengan mudik bareng tidak lagi mengeluarkan biaya transportasi untuk pulang dan ongkos yang tidak keluar itu bisa dimanfaatkan untuk berlebaran di kampung.

Jaya Negara berharap agar kedepannya kegiatan semacam ini dapat ditiru oleh pengusaha besar lainnya di Denpasar dengan menggunakan dana sosial yang disediakan perusahaan supaya dapat membantu masyarakat kecil.

Sebuah perusahaan swasta nasional yang ada di Denpasar baru kali pertama memberikan fasilitas mudik bareng kepada masyarakat dan kondisi itu hendaknya dapat dilanjutkan pada perayaan Idul Fitri selanjutnya, harap Jaya Negara.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026