Denpasar (Antara Bali) - Pecatur Bali batal bergabung dengan rekannya yang maju ke Asian Para Games di Guangzhou, China, Desember 2010, karena cabang olahraga asah otak tersebut tidak dipertandingkan dalam acara internasional tersebut.
"Kami sudah mempersiapkan pecatur yang tangguh untuk bertarung ke China, namun akibat tidak dipertandingkannya terpaksa urung ke sana," kata Ketua National Paralympic Commitee (NPC) Provinsi Bali I Nyoman Gde Sumitha di Denpasar Selasa.
Murti nama pecatur tuna netra tersebut pernah dipersiapkan ke China karena mampu meraih prestasi dalam pertandingan internasional di Malaysia dan yakin akan bisa meraih medali di China nanti kalau cabang olahraga tersebut dipertandingkan.
Tetapi kenyataannya tidak, Catur tidak dipertandingkan di Asian Para Games di Guangzhou, China, 2010, tetapi yang dilombakan cabang olahraga atletik, bulutangkis, tenis meja, angkat berat dan renang sehingga tidak ada atlet anak-anak cacat Bali ke China.
Sumitha mengatakan, prestasi anak-anak cacat Bali tidak terlalu mengecewakan untuk di tingkat Nasional maupun internasional, hanya saja yang sekarang belum mampu memenuhi batasan dari syarat yang ditentukan pusat untuk bisa bertanding di China.
Atlet anak-anak cacat Bali sebenarnya bercokol pada peringkat empat besar nasional, pada kejuaraan Nasional Atletik yang berlangsung di Solo akhir Juli lalu, dan prestasi itu diacungi jempol oleh Ketua KONI Bali, Drs Made Nariana.
Sumitha mengatakan, pihaknya tidak kecewa akibat atlet anak-anak cacat Bali gagal mengikuti salah satu pertandingan di China, justru akan memacu diri untuk lebih giat berlatih agar anak-anak asuhannya bisa maju ke kegiatan internasional lainnya.
Bali memiliki potensi besar atlet anak-anak cacat untuk bisa maju ke tingkat nasional maupun internasional, terutama dari hasil kejurnas 2010 untuk lebih giat lagi mengikuti latihan fisik, mental maupun secara teori supaya lebih matang.
Ia mengatakan, Bali yang mengirim hanya sembilan atlet cacat pada Kejurnas atletik di Solo, ada diurutan empat besar setelah Jabar, Jateng dan Jatim, karena mampu meraih 17 medali yang terdiri atas enam emas, enam perak dan lima perunggu.
Peraih medali emas tersebut adalah Komang Surira, di nomor lompat jauh dan loncat tinggi, Nyoman Adi Darmawan di nomor Lempar lembing dan Lempar Cakram, I Ketut Murdana di nomor lompat jauh dan Made Yasa di nomor tolak peluru.
Mereka inilah akan digembleng lebih keras lagi supaya nantinya bisa lebih baik lagi karena peluang untuk maju cukup besar, demikian Sumitha.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.