"Kami telah menyurati dan berkoordinasi dinas kesehatan kabupaten/kota di Bali, terutama yang berada di jalur perlintasan arus mudik untuk mempersiapkan segala sesuatunya," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Nyoman Sutedja di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, langkah antisipasi pada jalur arus mudik tersebut, memang sudah menjadi kebiasaan setiap menjelang perayaan lebaran tiap tahunnya.
Sutedja menjelaskan, hal tersebut dilakukan karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pemudik tidak saja menggunakan kendaraan umum, tapi juga tidak sedikit yang menggunakan kendaraan pribadi, termasuk sepeda motor yang sangat rentan terjadi kecelakaan.
"Biasanya setiap menjelang Lebaran arus mudik akan tinggi, untuk itu kami minta rumah sakit untuk mengantisipasi, misalnya terjadinya kecelakaan lalu lintas atau pemudik yang sakit akibat lelah dalam perjalanan," ujarnya menambahkan.
Menurutnya, selain tenaga medis dan paramedis, pihaknya juga meminta kepada seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk selalu menyiapkan obat-obatan, ambulans serta kebutuhan lainnya agar sudah siap pakai selama 24 jam.
Dikatakan, untuk mengantisipasi arus mudik tersebut, kata dia, beberapa instansi lintas sektoral, seperti dinas perhubungan, organda, angkasa pura dan dinkes, petugas keamanan dan lainnya juga telah menggelar pertemuan beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut bertujuan mengumpulkan masalah kesiapan angkutan lebaran dan antisipasi pengamanannya. Untuk itu, Dinkes Provinsi Bali harus siap melakukan antisipasi.
"Kami berharap, semoga dalam perayaan Lebaran tahun ini, berjalan sesuai tujuan dan tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan," ujarnya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.