Denpasar (Antara Bali) - Sapi bali memiliki banyak sifat unggul, antara lain reproduksi sangat baik, cepat beranak dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya, kata seorang akademisi dari Universitas Udayana.

"Selain itu sapi bali tahan terhadap penyakit, dapat hidup di lahan kritis, memiliki daya cerna yang baik terhadap pakan dan persentase karkas yang tinggi," kata dosen Fakultas Peternakan Unud Prof Dr I Gusti Lanang Oka di Denpasar, Jumat.

Pada seminar internasional bertema "Conservation and Improvenment of World Indigenous Cattle" itu ia mengatakan bahwa tidak heran bila sapi bali merupakan jenis sapi terbaik di antara sapi-sapi yang ada di dunia.

Dia mengatakan, untuk membedakan antara sapi jantan dengan sapi betina sapi bali terdapat perbedaan yang cukup mencolok, salah satunya adalah warna kulit.

"Inilah salah satu keunikan yang dimiliki sapi bali dari pada sapi komersial lain yang dijual di pasar hewan," katanya.

Karakteristik sapi bali, kata dia, antara lain warna bulu pada waktu pedet (anak sapi) berwarna sawo matang dan kemerahan, sedang pada sapi betina tidak berubah warnanya dan jantan dewasa menjadi berwarna hitam.

Menurut dia, saat ini sapi bali mulai dikembangkan di luar Pulau Bali, antara lain di Nusa Tenggara dan Sumatra. Untuk mempertahankan ciri khas sapi bali, Pemprov Bali telah memiliki peraturan yang melarang memasukan sapi lain ke Pulau Bali untuk menjaga kemurnian genetik sapi bali.

Ia menjelaskan bahwa sapi bali memiliki ciri khas tersendiri dibanding dengan spesies sapi lainnya di Indonesia. Sapi bali merupakan sapi keturunan bos sondaicus (bos banteng) yang berhasil dijinakkan dan mengalami perkembangan pesat di Pulau Dewata.

Populasi sapi bali yang ada hingga saat ini diperkirakan mencapai 650.000 ekor tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Bali.

"Sapi bali mempunyai bentuk dan karakteristik sama dengan banteng. Sapi bali termasuk sapi dwiguna, yaitu untuk membajak di sawah dan sapi potong," katanya.

Dikatakan, pihaknya terus melakukan penelitian lebih lanjut spesies hewan tersebut, baik dari pertumbuhannya maupun kelemahannya.

"Kami terus melakukan berbagai penelitian mengenai kondisi sapi tersebut termasuk juga mengantisipasi penyakit yang dapat menyerang sapi itu," ucapnya.

Ia mengatakan, sapi bali hanya memiliki sedikit kelemahan di antaranya dapat terserang virus Jembrana.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026