Masyarakat yang bekerja di sektor informal tersebut saat ini mencapai 94 persen dari sasaran ditetapkan sebanyak 258.620 pada 2013, kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra Pemprov Bali Ketut Wija di Denpasar, Kamis.
Usaha industri kecil dan rumah tangga ini tentu berkembang sejalan dengan sektor perpelancongan di daerah ini, karena mereka mampu menciptakan aneka barang cenderamata yang diminati wisatawan.
Pengusaha kecil yang memproduksi aneka barang kerajinan yang dibuat dengan rancang bangun (desain) yang dipadukan dengan budaya lokal punya pangsa pasar khusus di luar negeri sehingga pemasarannya tetap tinggi.
Walau terjadi krisis ekonomi global, aneka kerajinan Bali tetap masuk pasar ekspor, kata Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Bagiada.
Meski perekonomian global belum pulih benar, realisasi perolehan devisa dari perdagangan aneka kerajinan Bali selama Januari-Mei 2010 mencatat kenaikan 24,4 persen dibanding periode yang sama 2009 dari 79,3 juta dolar menjadi 98,7 juta dolar.
Hal yang cukup menggembirakan berkat kerajinan Bali yang mendapat persaingan dari negara tetangga seperti Vietnam, India, China dan Thailand, masih tetap laku terjual bahkan ada peningkatan ekspor.
Ia mengatakan, permintaan pasar akan aneka barang kerajinan Bali seperti perabotan rumah tangga, aneka jenis anyaman bambu, rotan, kerajinan berbahan baku kayu, mainan anak-anak dan sebagainya, masih tinggi menyebabkan perolehan devisa naik terus.
"Ini artinya barang kerajinan yang dibuat secara artistik oleh masyarakat Bali, memiliki pangsa pasar khusus yang tidak tergantikan," tutur Bagiada sambil menambahkan terdapat sedikitnya 17 jenis kerajinan Bali yang diekspor.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.