Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah daerah dan pers penting menjalin kemitraan strategis untuk kemajuan pembangunan, karena melalui pemberitaan pers yang mencerahkan dan kontrol sosial yang konstruktif akan mampu mendorong semangat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

"Pemberitaan yang mencerahkan dan memberdayakan masyarakat sangat penting, tentu juga kontrol sosial yang benar dan konstruktif akan kami apresiasi untuk mengarahkan jalannya pembangunan yang benar," ujar Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat menerima sejumlah pimpinan media di Singaraja, Rabu.

Ia menjelaskan, jika isi pemberitaan dan kontrol sosial tidak berdasarkan fakta yang benar apalagi menyerang urusan pribadi, tentunya hal ini tidak diperlukan karena akan mempengaruhi harmoni hubungan antara pers dan pemerintah daerah.

Pimpinan media yang hadir antara lain Pimpinan Redaksi (Pimred) SKH Fajar Bali, Emanuel Dewata Oja (Edo), Pimred Koran Metro, Suta Sastradinata, Pimred Warta Bali Dwikora Putra, Pimred Bali Tribun, Pujastana, Pimred Pos Bali Suyadnya dan lainnya.

Menurut dia, pemerintah daerah Buleleng kini sedang giat giatnya melaksanakan pembangunan di segala bidang baik jalan jalan desa, sektor kelautan, pariwisata dan lainnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah daerah tetap konsisten terbuka kedpada wartawan dan siap memfasilitasi dalam rangka peliputan termasuk melihat perkembangan sektor perikanan di Bali Barat," ujarnya.

Sementara itu Kabag Humas dan Protokol Pemprov Bali, Dewa Rai Darmadi didampingi rekannya Ida Bagus Rudra, menyatakan harmonisasi hubungan antara pemda dan pers kini terus dibangun dan diusahakan dalam upaya menghadapi tantangan pembangunan yang makin kompleks.

Menurut dia, komunikasi timbal balik sangat diperlukan, karena biasanya tetap ada masalah di lapangan dengan awak media seperti mungkin berbeda pendapat dengan pemerintah daerah, sehingga hal tersebut penting dikomunikasikan, karena membangun tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Melalui ajang pertemuan pemda dengan pimpinan media ini lah akan sangat membantu dalam memahami posisi pemda dan pers, sehingga misalnya saat menerima laporan tentang pembangunan dari para wartawannya yang meliput, setidaknya pimpinan media secara umum sudah paham dengan masalah yang terjadi sehingga masalah didudukkan pada proporsinya yang benar," ujarnya.

Dengan demikian, katanya, tidak ada pihak pihak yang merasa dirugikan materi pemberitaan, karena masalahnya sudah duduk pada koridor dan proporsinya yang benar, hal ini akan sangat membantu mencerahkan masyarakat sekaligus mendorong partisipasinya dalam pembangunan.

Pewarta: Oleh Mayolus Fajar
Editor : I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026