Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah daerah harus mampu bergandengan tangan dengan komponen pariwisata, baik pengusaha hotel, biro perjalanan, maupun pemandu wisata (guide), untuk berbenah diri dalam sektor perpelancongan di Bali.

"Para pengusaha bidang jasa pariwisata harus mampu memberikan kepuasan kepada turis yang dilayaninya sesuai standar yang ada dan sesuai dengan harga yang ditawarkan," kata pengamat pariwisata Bali Made Sudana di Denpasar, Senin.

Penegasan itu dilontarkan menanggapi keluhan Dubes Korea untuk Indonesia Taiyoung Cho kepada Gubernur bali Made Mangku Pastika atas perlakuan kurang menyenangkan sebuah biro perjalanan di Bali terhadap turis Korea.

Keluhan tersebut antara lain penjualan paket wisata yang murah ke bali sehingga turis mendapat pelayanan kurang menyenangkan.

Sudana mengatakan, keluhan seperti ini sebenarnya sudah berlangsung lama, sejak wisatawan asal Tiongkok mulai ramai ke Bali, hanya saja pemerintah kurang tanggap dan tidak menangani secara tuntas.

"Mudah-mudahan keluhan Dubes Korea kepada Gubernur Bali ini akan mendapat perhatian sungguh-sungguh oleh aparat daerah yang membidanginya," katanya.

Pemerintah hendaknya mampu memberikan hukuman kepada pengusaha yang melanggar aturan, misalnya banyak pemilik biro perjalanan, pengusaha vila, yang tidak memiliki izin usaha begitu pula kepada pramuwisata liar yang beroperasi di Bali.

Menurut dia, ada pengusaha sktor kepariwisataan yang berusaha mengeruk keuntungan sebesar-besar tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan sehingga dikhawatirkan akan mematikan dunia pariwisata Bali.

Turis Korea Selatan yang datang berlibur ke daerah rata-rata 12.000 orang per bulan.

"Dalam kondisi kurang menyenangkan saja sudah ada turis sebanyak itu yang datang, apalagi kalau mampu memberikan pelayanan yang lebih baik," kata Sudana.

Dinas Pariwisata Bali mencatat jumlah kunjungan turis Korea Selatan yang datang langsung ke Bali Januari-September 2014 sebanyak 106.774 orang, berada pada peringkat IV negara pemasok turis ke Bali, setelah Australia, Tiongkok, Jepang, Malaysia dan Singapura.

Peranan Korea Selatan dalam memasok turis asing ke Bali baru sebesar 3,84 persen dari seluruh masyarakat internasional yang melakukan perjalanan wisata ke Pulau Dewata yang berjumlah 2,7 juta orang selama Januari-September 2014. (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026