"Dana tersebut bersumber dari APBD Bali 2010 sebagai upaya menyukseskan program rintisan wajib belajar 12 tahun, setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)," kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali, I Ketut Teneng di Denpasar, Senin.
Ia mengatakan, alokasi dana tersebut diarahkan untuk beasiswa 2.000 murid Sekolah Dasar (SD)/MI sebesar Rp1,2 miliar atau masing-masing murid sebesar Rp600.000 pertahun.
Selain itu beasiswa untuk 11.496 siswa Sekolah Menengah Pertama (SM)/MTs sebesar Rp7,02 miliar atau masing-masing sebesar Rp600.000 per tahun.
Ketut Teneng menjelaskan, bea siswa untuk 11.547 siswa SMA/SMKK sebesar Rp11,09 miliar atau masing-masing sebesar 900.000 selama setahun.
"Bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu itu diharapkan mampu mengikuti proses pendidikan dengan baik, sekaligus menyukseskan program rintisan wajib belajar 12 tahun," ujar Ketut Teneng.
Rintisan wajib belajar setara SMA/SMK itu dilakukan sejak 2009, setelah Bali mampu melampaui sasaran nasional dalam program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun.
Bali melaksanakan wajib pendidikan dasar sembilan tahun sejak 2005 dan kini mengarah pada rintisan pendidikan 12 tahun. Berbagai upaya dan program pendidikan dilakukan untuk menyukseskan pendidikan setara SMA/SMK.
Upaya tersebut antara lain penambahan ruang kelas baru (RKB) pada sekolah yang daya tampungnya masih terbatas, membangun SD-SMP satu atap sampai 2010 sudah terealisasi 21 sekolah, terutama di daerah-daerah terpencil.
Selain itu mengembangkan SMP terbuka hingga kini sudah ada 27 sekolah serta membantu subsidi atau pendampinggan dana bantuan operasi sekolah (BOS).
Hal lain yang tidak kalah penting penambahan ruang kelas belajar pada SMA/SMK yang daya tampungnya terbatas serta membangun SMK kecil dan SMA-SMP satu atap di daerah-daerah terpencil.
Indikator ketercapaian program tersebut dapat diukur dari perkembangan jumlah sekolah, jumlah siswa dan angka partisipasi kotor (APK) maupun angka partisipasi murni (APM)
Hingga saat ini jumlah Tanam kanak-Kanak (TK) 1.182 buah menampung 62.784 anak, 2.456 SD menampung 413.490 mrid, 390 SMP menyerap 171.712 siswa, 178 SMA menampung 78.020 siswa dan 130 SMK menampung 58.413 siswa, ujar Ketut Teneng.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.