Singaraja (Antara Bali) - Sekretaris Pengvrop IPSI Bali Yamadiputra mengatakan bahwa pencak silat merupakan olahraga unggulan di Bali karena cabang tersebut menyumbang medali terbanyak pada PON maupun kejuaraan lainnya di tingkat nasional.

"Karena itu Bali masih tetap memiliki atlet silat yang memiliki potensi," katanya pada kejuaraan pencak silat antarperguruan "Bupati Cup II" yang digelar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Buleleng di Singaraja, Jumat.

Namun demikian ia mengingatkan bahwa saat ini Bali tidak bisa hanya mengandalkan potensi tanpa bekerja keras, sebab persaingan di dunia persilatan semakin ketat dengan munculnya pesilat luar negeri, seperti Vietnam, Thailand dan Singapura.

Menurut dia, ketika awal berkembangnya silat, pesilat Bali memang kesohor hingga ke tingkat nasional bahkan dunia, namun untuk saat ini Bali jangan sampai terlena dengan masa lalu tersebut.

Sementara Ketua Umum Pengvrop IPSI Bali Anak Agung Gede Agung dalam sambutannya yang dibacakan Yamadiputra mengemukakan, ada beberapa unsur yang ada dalam cabang pencak silat, yakni budaya, seni, alat bela diri serta sebagai olahraga.

Ia mengemukakan, Pengvrop IPSI Bali merasa bangga atas keberhasilan IPSI Buleleng dalam membina pesilat dari perguruan yang ada, sehingga mampu menghimpun diri untuk melestarikan warisan budaya bangsa.

"Kejuaraan antarperguruan yang digagas IPSI Buleleng barangkali belum mampu dilakukan oleh Pengkab IPSI kabupaten lainnya di Bali. Ini membuktikan kebersamaan, persatuan dan kesatuan telah ditunjukkan oleh pengurus, pembina, pelatih maupun perguruan di Buleleng," katanya.

Wakil Bupati Buleleng Made Arga Pynatih meminta KONI Buleleng agar memberikan perhatian serius terhadap pembinaan olahraga pencak silat yang mengandung unsur seni dan budayanya.

Wakil Bupati berharap, dengan kerja keras IPSI, ke depan akan lahir pesilat-pesilat tangguh dari Buleleng, bukan saja mampu berprestasi di tingkat Bali, nasional, tetapi juga dunia.

Sementara Ketua Harian IPSI Buleleng I Nyoman Suasthawan mengatakan, kejuaraan pencak silat Bupati cup II yang berlangsung tiga hari itu, selain bertujuan merealisasikan program kerja, juga sebagai upaya melestarikan budaya bangsa.

"Selain kejuaraan ini juga sebagai upaya uji coba terhadap pesilat Buleleng dalam menghadapi pekan olahraga kabupaten bulan Nopembermendatang serta pekan olahraga provinsi tahun depan di Jembrana," katanya.

Ia menjelaskan, kejuaraan kali ini diikuti 10 perguruan pencak silat, dengan melibatkan atlet remaja dan dewasa putra putri. (*)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026