“Semua orang berusaha menghindari Ebola,†ujar Kaifala Marah dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia di Washington.
“Secara disengaja atau tidak, ini merupakan embargo ekonomi,†ujarnya.
Menurut Marah, epidemi, yang dalam beberapa bulan telah menewaskan lebih dari 4.000 orang yang sebagian besar berada di Sierra Leone, Guinea dan Liberia, telah menghentikan aktivitas di sektor-sektor ekonomi utama.
Khawatir dengan penyebaran Ebola yang sangat cepat, para pekerja konstruksi meninggalkan lokasi kerja dan peralatan mereka, ujarnya. Pariwisata turun 60 persen.
Virus tersebut juga menggerogoti pendapatan pemerintah, bahkan pemerintah terpaksa meningkatkan pengeluaran dan upaya untuk menahan wabah serta merawat mereka yang terserang.
Pembekuan kegiatan penting juga meliputi transportasi udara, yang menurutnya akan “stagnan dan mencekik†wilayah tersebut.
“Kami sudah terisolasi,†ujarnya.
“Setiap keuntungan yang telah kita buat kini hilang,†ujarnya. (WDY)
: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026