Mangupura (Antara Bali) - Pemerintah Kaupaten Badung, Bali, menggelar forum komunikasi organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat untuk mengantisipasi adanya konflik antarkelompok di daerah itu.

"Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang seserta dari Ormas, LSM (lembaga swadaya masyarakat), dan tokoh masyarakat di seluruh Kabupaten Badung dengan tujuan mengembangkan dan mendayagunakan peran Ormas sebagai wahana partisipasi masyarakat dalam pembangunan secara swadaya," kata Ketua Penitia Forum Komunikasi Ormas Kabupaten Badung, Made Umi Larasaty di Mangupura, Rabu.

Menurut dia, keberadaan dan kegiatan dari Ormas/LSM sangat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat di daerah itu.

Oleh karena itu, dengan adanya Forum Komuniaksi Ormas tersebut mampu mewujudkan komunikasi yang harmonis diantara elemen masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Badung, I Nyoman Suendi mengatakan bahwa Ormas, LSM, dan tokoh-tokoh masyarakat serta perkumpulan lainnya merupakan mitra Pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bersama yang tujuan utamanya adalah kesejahteraan masyarakat.

"Ormas dan lembaga-lembaga yang terbentuk, tumbuh, dan hidup ditengah-tengah masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berorientasi kepada pembangunan Nasional," ujarnya.

Menurut dia, Ormas dan LSM serta tokoh-tokoh masyarakat merupakan mitra yang sejajar dengan pemerintah dalam melaksanakan pembinaan kemasyarakatan.

Selain itu, peran Ormas, LSM dan tokoh-tokoh masyarakat selama ini dirasakan sangat efektif untuk menjaring aspirasi masyarakat karena hidup dan tumbuh bersama-sama masyarakat. Sedangkan disisi lain pemerintah mempunyai kewajiban untuk melakukan pembinaan serta memberikan dorongan dan pengayoman dalam rangka menumbuhkan organisasi yang sehat dan mandiri sehingga organisasi dapat menggerakan kreatifitas dan aktivitasnya secara positif.

"Perlu ada penyatuan visi dan persepsi antara Ormas, LSM dan tokoh-tokoh masyarakat dengan pemerintah agar tidak terjadi `miss-understanding` yang dikawatirkan pada akhirnya dapat mengundang konflik di tengah-tengah masyarakat," ujarnya. (WRA) 

Pewarta: Oleh Wira Suryantala
: I Gede Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026