Denpasar (Antara Bali) - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengharapkan masyarakat daerah ini tetap dapat memelihara, menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai identitas budaya Bali.

"Identitas budaya Bali itu sangat penting sebagai modal dalam menghadapi persaingan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015," kata Wagub Ketut Sudikerta di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan hal itu usai membuka Seminar Internasional bertajuk "Traditional Community in a Global World Facing ASEAN Economic Community 2015", yang digelar Fakultas Hukum Universitas Udayana bekerja sama dengan Fakultas Hukum Charles Darwin University.

Wagub menjelaskan, kearifan lokal masyarakat Bali dapat dijadikan aset untuk bersaing dan bertahan di tengah arus globalisasi yang diwarnai dengan persaingan yang semakin ketat.

Bali memiliki banyak kearifan lokal salah satu di antaranya Tri Hita Karana (THK) yang telah diadopsi oleh dunia internasional sebagai rujukan dalam menjaga toleransi antarnegara dalam menciptakan perdamaian serta pengembangan pariwisata berkelanjutan, ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPD APINDO) Bali Drs Panudiana Kuhn, MM dalam kesempatan terpisah menambahkan, sektor pariwisata dan pendidikan di Pulau Dewata paling siap menghadapi MEA 2015.

Ke dua sektor itu akan tetap eksis mampu bersaing dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang berlaku secara bebas mulai tahun 2015.

Dalam bidang pariwisata dengan didukung sumber daya manusia yang andal, akomodasi berupa hotel berbintang serta keindahan panorama alam dan keunikan seni budaya yang lestari menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat itu.

Keunikan dan keragaman seni budaya yang diwarisi masyarakat Bali secara turun temurun tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara berkunjung ke Pulau Dewata.

Bahkan Bali kini sudah mengirim sumber daya manusia yang andal dalam bidang pariwisata, khususnya tenaga kapal pesiar ke Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya di belahan dunia.

Hal itu menunjukkan SDM bidang pariwisata dari Bali sudah mampu bersaing di eraglobal, namun lembaga pendidikan bidang pariwisata setempat masih tetap dituntut mampu meningkatkan mutu lulusannya.

Demikian pula dalam bidang pendidikan khususnya perguruan tinggi di Bali kini banyak menerima mahasiswa dari mancanegara. (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026