Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen, BBPOM di Denpasar, Made Ery Bahari Hantana, SSI,APT, Senin mengatakan, kegiatan itu merupakan inisiatif dari Pemkab Gianyar untuk melakukan pemeriksaan makanan secara intensif.
Pemkab Gianyar menyambut baik BBPOM untuk melakukan pengawasan makanan pada kegiatan rutin yang melibatkan masyarakat luas dan pedagang dalam kegiatan CFD.
"Setiap tahun kami menyasar pasar dan sekolah sekolah yang ada di Provinsi Bali. Kegiatan rutin seperti CFD melibatkan banyak masyarakat perlu ada pengawasan makanannya," ujar Made Ery Bahari Hantana.
Ia menambahkan dari 18 jenis makanan yang dijadikan sample pemeriksaan tidak diketemukan kandungan zat berbahaya di dalamnya.
Terdapat empat paramameter dalam pemeriksaan tersebut, yakni kandungan formalin, boraks, rodhamin B (pewarna tekstil), serta methanyl yellow (pewarna tektil dan cat berwarna kuning kecoklatan).
Selain bahaya dari empat zat kimia tersebut, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam makanan yakni bahaya fisika dan bahaya biologi. Bahaya fisika merupakan yang timbul akibat adanya benda yang tanpa disadari tercampur dengan makanan saat dikonsumsi, seperti rambut, pecahan mika dan benda lainnya yang membahayakan.
Sedang bahaya biologi, ditimbulkan oleh binatang yang hinggap dimakanan seperti lalat.
Sementara Kepala Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, I Wayan Suamba menambahkan, pemeriksaan makanan dilakukan untuk memastikan keamanan makanan yang disajikan di areal CFD.
Langkah ini merupakan tindakan preventif dan promotif yang dilakukan Pemkab Gianyar mengingat resiko ancaman dari penyalahgunaan zat-zat kimia tersebut sangat besar, khususnya bagi anak-anak.
"Selain pencegahan, kegiatan ini juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara mengenali makanan sehat dan layak konsumsi," terang Suamba. (WDY)
Pewarta: Oleh Putu Arthayasa: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.