"Pak Wali Kota Rai Mantra harus berani membangun gebrakan, seperti pelayanan publik Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya dalam memberi pelayanan lebih baik dan optimal, sehingga selama kepemimpinan beliau masyarakat merasakan sentuhannya dan menjadi kenangan bagi warga perkotaan," katanya di Denpasar, Jumat.
Selain itu, kata dia, penataan fasilitas umum yang selama ini rusak, seperti trotoar harus diperbaiki di semua kecamatan. Karena pandangan Kota Denpasar tidak saja di seputaran kawasan Patung Catur Muka saja, melainkan ada di empat kecamatan tersebut.
"Kalau saya perhatikan masih banyak trotoar yang rusak. Lihat saja contohnya di Jalan Gatot Subroto, trotoar yang dibuat sekitar dua tahun lalu sudah terkelupas dan rusak. Mestinya sebelum rusak parah harus diperbaiki," katanya.
Ia mengatakan memang di sejumlah ruas jalan sudah diperbaiki trotoarnya, bahkan diisi tegel untuk penyandang cacat tuna netra. Namun kenyataannya belum beberapa tahun sudah rusak.
"Hal ini semestinya menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Denpasar. Karena Denpasar adalah juga menjadi Ibu Kota Provinsi Bali," kata politikus asal Desa Sanur itu.
Menurut Kiana, Pemerintah Kota Denpasar harus ada skala prioritas dalam pembangunan sehingga tepat sasaran terutama kepada masyarakat.
"Penataan Patung Catur Muka dengan mengisi air mancur dan lampu `lead` warna-warni belumlah cukup. Kalau itu hanya sifatnya hiburan dan bagian dari hiasan kota," ucapnya.
Tapi ada yang lebih mendesak, kata dia, adalah bagaimana memberikan pelayanan masyarakat terutama yang berkunjung ke rumah sakit daerah maupun ketika berjalan di trotoar warga merasakan nyaman.
"Sebenarnya itu adalah salah satu harapan dari masyarakat dan Pemerintah Kota Denpasar agar tanggap dengan kebutuhan yang mendesak tersebut. Bukan karena ada air mancur di Patung Catur Muka sehingga masyarakat merasa nyaman," katanya. (WDY)
Pewarta: Oleh I Komang Suparta: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.