Hal tersebut dibenarkan Kepala Sekolah MAN Patas Drs Mohammad Syafi'i MM ketika dikonfirmasi wartawan usai kejadian berlangsung.
"Kesurupan berlangsung ketika siswa sedang menjalani jam pelajaran sekolah dan dimulai dari sejumlah siswa putri yang berada di kelas XI jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)," ujar Syafi'i.
Setelah jeritan terjadi di kelas IPA, lanjutnya, sontak beberapa kelas yang ada di sebelahnya mengikuti dengan jeritan yang sama dan sempat membuat panik siswa yang lain, imbuh Syafi'i menegaskan awal kejadiannya.
Dikatakan, beberapa guru yang sigap melihat fenomena siswa panik, langsung membawa siswa serta menenangkan mereka agar tidak terkontaminasi seperti para rekan-rekannya yang sudah berteriak histeris.
"Kebetulan ada beberapa guru membaca ayat-ayat suci dan berusaha melakukan pengobatan alternatif untuk menyadarkan para siswa yang berteriak histeris," ungkap Syafi'i yang mengaku baru sadar dengan kemampuan lain para guru di MAN tersebut.
Menurutnya, sejumlah siswa yang awalnya kesurupan juga terlihat sadar dengan sendirinya setelah beberapa guru mencoba meyakinkan dan mengingatkan para anak didiknya yang tidak sadarkan diri.
Mereka, lanjutnya, coba dibisikkan dengan kata-kata umum yang biasanya dilakukan untuk mengingatkan seseorang yang dalam kondisi sedih, imbuh Syafi'i yang menegaskan terkait dengan cara biasa tersebut.
Dari keterangannya, kejadian tersebut sering terjadi setelah dilakukan perbaikan gedung sekolah atau rehabilitasi bangunan sekolah lain yang dekat dengan kawasan Patas.
Hal tersebut dikatakan terkait dengan rehabilitasi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) yang menjadi tetangganya sekolah itu.
"Seingat saya, kejadian ini hampir setiap tahun berlangsung dan setiap kali ada pembangunan gedung sekolah di kawasan Desa Patas," ucap Syafi'i.
Sebelumnya, papar Syafi'i, kejadian serupa juga terjadi di SMAN 1 Seririt (5/8) dan ciri-ciri awal kejadiannya juga tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di MAN.
Dimana, hal tersebut pun diakui Kepala Sekolah SMAN 1 Seririt, Putu Widiarsa, ketika dikonfirmasi terkait dengan kejadian yang sama seperti yang berlangsung di MAN itu.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.