"Oleh sebab itu lembaga pendidikan tinggi seni termasuk ISI Denpasar dituntut mampu menghasilkan lulusan yang sanggup memenangkan persaingan tersebut," kata Prof Wayan Dibia di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, untuk menghasilkan lulusan atau produk-produk seni lainnya yang berkualitas unggul dan "metaksu" harus memiliki lima tingkat kecerdasan yang meliputi cerdas spiritual, emosional, sosial, intelektual dan cerdas kinestetik.
Dengan menghasilkan lulusan dan karya cipta seni yang "metaksu", melalui program dan sistem manajemen yang akuntabel ISI Denpasar diharapkan mampu memenangkan persaingan yang semakin ketat di bidang seni dan budaya.
Untuk memenangkan persaingan di tingkat nasional maupun global membutuhkan pelatihan seni yang holistik berorientasi artistik, estetik, dan kultural.
"Aktivasi taksu dalam pendidikan seni di perguruan tinggi akan berhasil, jika sikap satyam (prilaku jujur dan tulus), dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kesucian (shiwam), telah terbangun di kampus seni.," ujar Prof Dibia.
Ia mengharapkan melalui kerja keras, didasari semangat dan rasa kebersamaan, ISI Denpasar mampu menjadi pusat unggulan seni dan budaya. (WRA)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026