di Desa Nagasepaha, Kabupaten Buleleng ramai mendapat pesanan.
"karya seniman dari Desa Nagasepaha kini banyak mendapat pesanan," kata I Ketut Sentosa, seorang seniman lukis kaca asal Desa Nagasepaha di Singaraja, Jumat.
Ia menuturkan lukisan kaca yang digeluti masyarakat setempat selama ini dikenal pencinta seni di mancanegara, terutama Autralia dan Eropa yang selama ini banyak membelinya.
Peminat lukisan yang dibuat di atas kaca itu semakin banyak pesanan, mengingat seniman mengembangkan gagasan-gagasan kreatif yang menambah daya tarik karya seni tersebut.
Ketut Sentosa menuturkan sekitar 17 seniman Desa Nagasepaha yang memiliki keterampilan khusus membuat karya seni di atas kaca itu mampu menghasilan sebanyak 50 lukisan dalam berbagai bentuk dan ukuran setiap harinya.
"Seorang seniman biasanya mampu membuat dua hingga tiga lukisan per harinya," ujar Ketut Sentosa.
Sebelumnya para seniman dari daerah ujung utara Pulau Bali itu sering ikut ambil bagian dalam pameran lukisan memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB).
Selain itu hampir sebagian besar seniman setempat pernah ikut pameran di Yogyakarta dan Jakarta sehingga karya seninya semakin dikenal.
Ia menjelaskan, seniman Desa Nagasepaha pada pameran tahun lalu berhasil menjual banyak karya seninya, terutama lukisan yang bercorak wayang.
"Biasanya lukisan kaca itu dipajang untuk hiasan dingding rumah, hotel, villa atau rumah makan," ujarnya.
Harga yang ditawarakan untuk sebuah lukisan kaca bervariasi antara Rp500.000 hingga Rp25 juta per lembar tergantung ukuran dan tingkat kerumitan dalam proses pembuatannya.
Sedangkan jenis motif lainnya seperti bidadari, ikan, burung dan bunga juga tersedia. (WDY)
Pewarta: Oleh I Made Surya: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.