"Seniman yang menghasilkan karya seni unik dan menarik yakni goresan di atas kanvas jumlahnya semakin menyusut," kata I Ketut Sentosa, seorang seniman lukis kaca ditemui di rumahnya, Jumat.
Ia mengatakan, lukisan kaca berhasil menembus pasar luar negeri, namun senimannya semakin berkurang.
Desa itu sebelumnya memiliki 17 seniman khusus melukis di atas kaca, namun sekarang hanya masih delapan orang. Salah satu faktor kendala menyangkut pemasaran, sehingga seniman beralih profesi ke pekerjaan lain.
Salah seorang seniman lukisan kaca yang masih bertahan I Ketut Sentosa mengungkapkan sampai saat ini permintaan akan lukisan kaca cukup tinggi.
Bahkan dirinya kerap mengikuti pameran ke Yogyakarta dan Jakarta. Setiap pameran biasanya lukisan yang dipajangkan hampir seluruhnya laku terjual, terutama motif karikatur dan pewayangan.
Sedangkan untuk wisatawan Eropa lebih banyak memesan lukisan pada toples kaca. (LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.