"Saya telah putuskan memberikan suara pada calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo. HKTI memang tidak boleh jadi alat politik tapi kita harus ambil sikap politik. Saya tidak boleh dukung diri sendiri tapi saya nyatakan dukungan pada capres boleh," kata Oesman di Pontianak, Selasa.
Oesman optimistis mendapat dukungan 65 juta anggota HKTI di seluruh Indonesia.
"Hanya Jokowi yang menyatakan rinci bagaimana membangun percetakan sawah dengan dukungan infrastruktur seperti pembangunan irigasi dan Jokowi jugalah yang menyatakan akan menstabilkan harga bibit dan harga pupuk," kata Oesman.
Oesman menegaskan dia adalah Ketua HKTI yang sah sehingga tidak ada ketua lain yang berhak menyatakan dukungan kepada capres lain.
"Selama ini kami tidak mau ribut. tapi pemerintah yang sekarang lah yang putuskan bahwa kita yang benar. Pak Hatta Rajasa yang paling tahu karena dia yang pertama dukung HKTI," kata dia.
Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 diikuti pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (WDY)
Pewarta: Oleh Ida NurcahyaniEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.