Ramai turis India ke Bali sesuai keinginan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik yang ingin membidik lebih banyak masyarakat negeri Barata itu berlibur ke sini, tutur Pengamat Pariwisata Bali, Made Sudana, SE di Denpasar Selasa.
Jero Wacik kala hadir di Sekolah Tinggi Pariwisata Bali, melontarkan keinginannya untuk bisa membidik lebih banyak orang-orang kaya dari India datang berlibur ke Bali karena memiliki ikatan sejarah terutama terhadap Hindu.
Promosi pariwisata yang pernah dilakukan ke negeri itu, tampaknya sudah memberikan hasil walau pun masih perlu ditingkatkan, karena sesuai laporan Dinas Pariwisata Bali turis India ke Bali mencapai 14.116 orang (Januari-Mei 2010).
Sudana yang juga pemilik usaha akomodasi perhotelan di Bali menyambut baik, usaha masyarakat maupun tokoh-tokoh spiritual yang ada di daerah ini, ikut mengembangkan pariwisata sehingga mampu memberikan kedamaian kepada semua pihak.
Adanya hubungan baik yang ditindaklanjuti dengan kerjasama kebudayaan antara Bali (Indonesia) dan India maka semakin menyatu antarkedua negara, maka diharapkan akan menambah gairah bagi rakyat yang berpenghasilan tinggi India datang ke Bali.
Adanya puncuk pusat-pusat kebudayaan India dengan praktek Yoga dengan mendatangkan pelatih dari negeri seberang itu, otomatis akan mampu memberikan informasi tentang budaya Bali setelah mereka kembali ke India.
Sementara Universitas Spiritual Raja Yoga, Brahma Kumaris yang markas besarnya berada di Maduban, India Utara, berkembang di Indonesia yakni di Jakarta, Surabaya dan Bali, maka sering para Yogi datang ke Indonesia termask ke pulau Dewata.
Perjalanan spiritual para Yogi tersebut tentu tidak sendirian, dan banyak diikuti para siswanya maka tidak mengherankan jika masyarakat India semakin ramai datang untuk menikmati vebrasi positif yang berada di Bali yang dijuluki pulau Kahyangan. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.