Negara (Antara Bali) - Pemuda misterius yang berada di merajan (tempat ibadah Umat Hindu), digerebek warga Desa Yehembang, Kabupaten Jembrana, Sabtu pagi, karena dikhawatirkan teroris.
"Sebenarnya ada tiga pemuda di merajan yang berada di kebun warga tersebut, tapi saat kami gerebek, yang dua melarikan diri," kata Bendesa atau Pimpinan Desa Adat Yehembang, Ngurah Putu Ariana.
Setelah ditangkap, pemuda yang sudah tiga hari berdiam di merajan kebun milik Ngurah Parwata di Dusun Wali tersebut, dibawa ke kantor desa setempat.
"Dia lalu kami serahkan ke Satpol PP kabupaten yang datang menjemput. Warga merasa resah dengan keberadaan pemuda tersebut, apalagi sekarang lagi ramai soal teroris," ujar Ariana.
Saat diperiksa Satpol PP, pemuda yang mengaku bernama Wahibur Rohman ini, memberikan keterangan berbelit-belit, dan selalu berubah.
Kepada petugas, ia memberikan selembar surat keterangan dari Kantor Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
"Ia tidak membawa identitas kependudukan. Hanya dalam selembar surat yang sudah sobek tersebut dikatakan, ia warga Desa Temuasri, Kabupaten Banyuwangi," kata Kepala Kantor Satpol PP Jembrana, Gusti Ngurah Rai Budi.(GBI)
Pewarta: Oleh Gembong Ismadi: Gembong Ismadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.