"Saya sudah undang semua DPW dari 33 provinsi, tapi yang sudah hadir dari 27 wilayah. Pertemuan ini tidak formal, dan tidak mengambil keputusan," kata Suryadharma Ali di lokasi pertemuan, Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat malam.
Ia mengaku ingin mengetahui aspirasi dari masing-masing daerah tentang arah koalisi dan dukungan capres.
Menurut dia, aspirasi itu diperlukan untuk dibawa ke rapimnas, 10 Mei mendatang.
"Kita ingin tahu kepada siapa aspirasi masing-masing dari mereka, apakah ke Pak Prabowo, Jokowi atau capres lain," kata dia.
Dia mengharapkan melalui pertemuan itu akan jelas ke mana kecenderungan dukungan konstituen PPP secara nasional, yang pada gilirannya akan menjadi bahan pertimbangan kepada siapa PPP akan merapat.
Secara pribadi Suryadharma Ali menekankan tetap istikamah mendukung Prabowo Subianto sebagai capres.
"Dukungan saya itu tidak ada artinya jika tidak ada dukungan formal. Yang jelas kecenderungan konstituen, kapabilitas calon, dan kemampuan calon akan menentukan arah PPP, dan PPP tidak boleh gegabah," kata dia.
Dalam pertemuan tertutup itu, Suryadharma Ali mengaku turut mengundang para pengurus DPP PPP.
Namun, berdasarkan pantauan sejumlah pengurus yang sebelumnya sempat bersitegang dengan kubunya (Romahurmuziy, Suharso Monoarfa, dan lainnya) tidak tampak di lokasi. (WDY)
Pewarta: Oleh Rangga Pandu: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.