"Mereka itu para korban bencana alam yang terjadi beberapa bulan lalu," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Dewa Indra.
Menurut dia, setiap keluarga yang menjadi korban bencana alam mendapatkan bantuan uang tunai dalam jumlah berbeda tergantung tingkat keparahannya, seperti pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir.
Dalam memberikan bantuan itu, BPBD Provinsi Bali mengacu pada data yang diberikan oleh BPBD Kabupaten Gianyar.
"Bantuan ini bukan sebagai pengganti tetapi hanya bersifat membantu meringankan sehingga bantuan yang diberikan kemungkinan lebih kecil dari usulan yang diajukan," kata Indra.
Dia juga berharap agar bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk perbaikan bangunan atau tempat yang rusak akibat bencana.
"Bagaimana pun bantuan ini harus tetap dipertanggungjawabkan penggunaanya," ujarnya menambahkan.
Kepala BPBD Kabupaten Gianyar Anak Agung Gde Oka Digjaya menyebutkan bahwa bencana alam pada akhir 2013 hingga awal 2014 terjadi di Tegallalang, Payangan, dan Tampaksiring.
Pihaknya selalu mengimbau warga untuk selalu waspada bencana. "Jika musim hujan disertai angin kencang, maka waspada banjir,tanah longsor dan pohon tumbang. Untuk April-Agustus biasanya cuaca panas maka waspadai kebakaran," ujar Oka. (M038)
Pewarta: Oleh Putu Arthayasa: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.