"Belum tentu yang tidak punya media bakal tersingkir. Sudah terbukti sejumlah tokoh bisa sukses menjadi pemimpin, baik di daerah maupun nasional," ujarnya di sela-sela peluncuran buku "Media dan Kekuasaan: Televisi di Hari-hari Terakhir Presiden Soeharto" di Universitas Airlangga Surabaya, Kamis.
Ia memisalkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sukses dua kali terpilih sebagai pemimpin bangsa ini, meski tak memiliki media, khususnya media elektronik.
"Joko Widodo juga tak punya media, tapi dia menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Tri Rismaharini mampu dicintai rakyat Surabaya walau tak memiliki media," kata Komisaris Trans Media tersebut.
Meski demikian, pihaknya menilai tidak ada masalah para pemilik media menggunakan media sebagai sarana sosialisasi pencalonannya ke masyarakat. Namun, kata dia, belum tentu pilihan masyarakat jatuh kepada mereka.
"Akhirnya rakyat yang menentukan pilihan dan masyarakat semakin cerdas karena tetap memilih calon pemimpin berdasarkan hati nuraninya," kata Doktor Bidang Komunikasi Massa Universitas Indonesia tersebut.
Senada dengan itu, Pakar Komunikasi Politik asal Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo menyatakan sudah banyak yang menjadi bukti bahwa tokoh yang tak memiliki media bisa sukses memimpin.
"Kalau di Indonesia ada SBY, Jokowi, Tri Rismaharini, hingga Abdullah Azwar Anas yang sukses memimpin Banyuwangi, maka contoh paling nyata di luar negeri adalah Presiden AS, Barack Obama," katanya. (M038)
Pewarta: Oleh Fiqih Arfani: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.