"Kami minta Disdikpora dan instansi terkait melakukan pengawasan secara ketat sehingga soal-soal UN yang dikirim dari percetakan di Surabaya tak ada yang rusak atau salah materi dengan lembaran jawabannya," katanya di Denpasar, Rabu.
Pernyataan itu dilontarkan terkait pengalaman tahun sebelumnya atas banyaknya naskah soal yang rusak dan lembaran kunci jawaban tidak sesuai.
"Walau dari rayon penyelenggara ujian sudah sesuai dengan pengiriman, tapi tidak salahnya dari Disdikpora setempat melakukan pengawasan," ujarnya.
Selain pengawasan paket soal-soal tersebut, pihaknya juga berharap Disdikpora menjaga agar soal-soal ujian tersebut tidak bocor.
"Saya harapkan petugas juga mengawasi paket soal itu dengan ketat. Jangan sampai paket soal itu bocor," ujarnya.
Rawan Atmaja mengingatkan para guru tidak melakukan tindakan terpuji dengan membocorkan kunci jaeaban.
"Kami harapkan para guru memberikan motivasi yang positif kepada siswa yang mengikuti ujian bahwa semua soal diambil dari pelajaran yang diajarkan selama ini sehingga mereka tenang dan konsentrasi menghadapi ujian," katanya. (WDY)
Pewarta: Oleh I Komang Suparta: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.