Denpasar (Antara Bali) - PT Hartono Istana Teknologi, produsen elektronik merek Polytron, memamerkan sejumlah produk peralatan rumah tangga atau "home appliances" terbaru berkualitas tinggi di Mall Bali Galeria, Simpang Siur, Kuta.
    
"Melalui 'Polytron Home Appliances Road Show 2010 – Living Green', kami ingin memperkenalkan peralatan elektronik mutakhir berkualitas tinggi yang sekaligus ramah lingkungan," kata Public Relations and Marketing Event Manager PT Hartono Istana Teknologi, Santo Kadarusman, saat pembukaan pameran, Rabu.
    
Pameran yang berlangsung 30 Juni - 04 Juli 2010 itu, katanya, untuk menunjukkan kepada masyarakat, khususnya warga Denpasar dan Bali, bahwa Polytron merupakan industri elektronik dalam negeri yang telah memiliki rangkaian produk peralatan rumah tangga yang lengkap, hemat energi dan berkualitas tinggi.
    
Menurut Santo, Denpasar merupakan kota kelima dari program Polytron Home Appliances Road Show 2010 – Living Green, setelah sebelumnya digelar di Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan.
    
Melalui Polytron Home Appliances Road Show 2010 – Living Green yang akan berlanjut ke kota-kota besar di Indonesia, PT Hartono Istana Teknologi juga bertekad mengukuhkan diri sebagai produsen elektronik terkemuka tak hanya di bidang audio video, namun juga merambah ke home appliances.
    
"Polytron memang telah lama bermain di audio video, tapi sejak 2004, kami juga memproduksi kulkas, AC, mesin cuci, water dispenser dan pompa air. Produk itu telah memasyarakat, sehingga kehadiran kami di Denpasar ingin kembali membentuk citra, bahwa Polytron memiliki banyak varian produk elektronik," tambah Santo.
    
Selain itu, pameran bertema "Living Green" itu juga ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa produk-produk Home Appliances Polytron juga ramah lingkungan.
    
"Polytron berkomitmen untuk secara konsisten menghasilkan produk-produk yang berguna, mudah digunakan, dan hadir dengan teknologi terkini. Kami juga bertekad memberikan kontribusi ke industri elektronik melalui produk-produk yang ramah lingkungan dan sadar kesehatan," ungkap Santo.
    
Menurut dia, jika semula umumnya produk televisi dan audio saja yang mendominasi pasar, maka kini produk home appliances yang justru tengah jadi primadona.
    
Peminat produk home appliances seperti pendingin udara (AC), mesin cuci, dan lemari pendingin atau kulkas, belakangan ini terus meningkat. "Sejak memasuki tahun 2010, penjualan AC, mesin cuci, dispenser, dan kulkas terus naik. Sampai saat ini penjualan Home Appliances Polytron telah mencapai sekitar 40 persen dari seluruh penjualan produk Polytron," ujar Santo.
    
Pada pameran kali ini, Polytron menggelar berbagai produk unggulan terbaru seperti AC Inverter, AC Logicool, Lemari es, mesin cuci, show case yang watt nya rendah, hemat energi dan ramah lingkungan.
    
Disebutkan bahwa nama produk dengan berlabel Polytron sangat memasyarakat. Salah satu kunci sukses itu yakni terus melahirkan inovasi melalui riset, development, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui training, dan konsep 3I atau inovation, improvement, invention.
    
"Sebagai pemimpin di bidang riset dan desain, kami mengembangkan produk berdasarkan sumber daya teknis untuk mengenalkan teknologi ke pasar domestik dan ekspor," katanya.
    
Langkah itu diperkuat dengan studi hasil kunjungan ke berbagai pameran elektronik internasional seperti Berlin, Amerika Serikat, Jepang, Korea, Hong Kong, dan China. Hasilnya, setiap bulan Polytron mengeluarkan produk baru yang terdepan di kelasnya dan diterima pasar.
    
Produk berlabel Polytron tidak hanya dikenal di Indonesia. PT Hartono Istana Teknologi selaku produsen Polytron, telah menjadi brand internasional. Produk itu diekspor ke lebih dari 32 negara. Permintaan yang lumayan besar datang dari Filipina, Thailand, Myanmar, India, Sri Lanka, Pakistan, Bahrain, UAE, dan Vietnam.
    
Tahun ini PT Hartono Istana Teknologi menargetkan porsi ekspor naik dari 10 persen menjadi 15 persen. "Meskipun kondisi ekonomi global baru pulih dari krisis, namun ekspor industri elektronik dalam negeri tidak terpengaruh. Hal ini terbukti dari kenaikan target ekspor," tambah Santo.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026