"Kondisi tersebut sejalan dengan indikator pertumbuhan penerimaan visa on arrival yang sedikit melambat dari 15,14 persen menjadi 14,54 persen (yoy)," kata Manajer Peneliti Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III Bali dan Nusa Tenggara, Ignatius Adhi Nugroho di Denpasar, Rabu.
Penerimaan dari sektor pariwisata yang berkurang tiga bulan di akhir tahun itu, terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), pertumbuhannya di Triwulan IV-2013 melambat dari sebelumnya 20,65 persen menjadi sebesar 14 persen (yoy).
Dilihat dari jumlahnya kunjungan wisman di Triwulan IV-2013 sebanyak 872.950 orang, sedikit melorot jika dibandingkan dengan kunjungan di Triwulan III-2013 yang mencapai 912.726 orang.
Perlambatan jumlah kunjungan tersebut terkonfirmasi oleh perlambatan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Triwulan IV-2013 yang tumbuh 61,35 persen (yoy).
Untuk Triwulan IV-2013, kunjungan wisman ke Bali masih didominasi oleh pelancong asal Australia, China, Malaysia, dan Jepang, dengan peranannya masing-masing sebesar 25,79 persen. 9,85 persen, 6,99 persen, dan 5,90 persen.
Jumlah kunjungan wisman asal Perancis yang pada triwulan sebelumnya menempati urutan ke empat, kini berada di urutan ke delapan dengan 3,50 persen.
Sedangkan pangsa wisman asal Singapura menunjukkan peningkatan dibanding triwulan sebelumnya, dari 3,33 persen pada urutan ke sepuluh menjadi sebesar 5,17 persen dan berada di urutan ke lima jumlah kunjungan wisman terbesar di Triwulan IV -2013.
Jika ditinjau dari pertumbuhan kunjungannya, hampir seluruh wisman dari tiap negara menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Namun demikian, jumlah kunjungan wisman asal China, Korea Selatan, dan Taiwan yang pada triwulan sebelumnya tumbuh tinggi masing-masing sebesar 58,27 persen, 34,86 persen, dan 93,04 persen (yoy) pada triwulan ini mengalami perlambatan yang cukup signifikan.
Pertumbuhan kunjungan wisman asal negara-negara tersebut Triwulan IV-2013, masing-masing hanya sebesar 13,39 persen, 13,99 persen, dan 30,95 peresen (yoy).
Mulai berakhirnya musim liburan (peak season) yang terjadi di Triwulan III-2013 diperkirakan menjadi penyebab perlambatan jumlah kunjungan wisman asal negara-negara tersebut ke Bali.
Sesuai laporan kajian ekonomi regional Bali Triwulan IV-2013 besarnya pemasukan dari visa kunjungan tersebut lebih tergantung kepada jumlah turis asing yang datang atau berlibur ke Bali. Turis asing ke Bali membayar VoA rata-rata 25 dolar sekali kunjungan, tidak tercatat ada wisman yang membayar 10 dolar selama berada di Bali, ini artinya turis ada di Bali rata-rata lebih dari seminggu. (WDY)
Pewarta: Oleh I Ketut SutikaEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.