Kedatangan Ajahn Brahm di Pulau Dewata kali ini sekaligus menutup rangkaian `talkshow` di sejumlah kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Medan, Bandung, Malang, dan terakhir di Denpasar.Denpasar (Antara Bali) - Pemuda Theravada Indonesia (PATRIA) Bali bekerja sama dengan Ehipassiko Foundation menghadirkan spiritualis Ajahn Brahm, untuk berdiskusi di Sanur, Kota Denpasar, pada 13 Maret mendatang.
Ketua PATRIA Bali, Dwi Kangge Cahyadinata di Denpasar, Minggu, mengatakan Ajahn Brahm adalah seorang penulis buku "best seller", seperti "Membuka Pintu Hati" atau "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya".
"Kedatangan Ajahn Brahm di Pulau Dewata kali ini sekaligus menutup rangkaian `talkshow` di sejumlah kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Medan, Bandung, Malang, dan terakhir di Denpasar," ucapnya.
Ia menjelaskan tema yang diangkat tersebut merupakan suatu pesan spiritual mendalam jika dihayati akan membuat hati selalu sadar dalam tiap langkah, sadar untuk segala keadaan, sehingga bisa menyikapi semua yang telah terjadi dengan tenang.
"Kegiatan ini akan dihadiri sedikitnya 1.200 peserta dari kalangan pelajar dan umum," ucapnya.
Ketua panitia kegiatan, Yuli Pratiwi menambahkan momentum tersebut juga diisi dengan peluncuran buku berjudul "Don`t Worry be Hopey", peluncuran film animasi "Buddha", dan bazaar buku yang ditulis Ajahn Brahm.
Ajahn Brahm memiliki nama lengkap Ajahn Brahmavamso Mahathera lahir di London, Inggris, 7 Agustus 1951. Awalnya dia menggunakan uang hadiahnya untuk membeli buku-buku perdana mengenai Buddhisme karya Christmas Humphries.
Ajahn Brahm segera menyadari sesungguhnya dia seorang Buddhis. Dan memutuskan untuk mempelajari agama-agama lainnya pula.
Setelah disarankan pergi ke Thailand oleh para biksu di Vihara Thai di London, dia pergi ke Bangkok, Thailand, pada tahun 1974 dan ditahbiskan pada usia 23 tahun. Ia kemudian berlatih di dalam vihara hutan Wat Poh Pong di bawah bimbingan gurunya yang tersohor, Ajahn Chah.
Kemudian Ajahn Brahm pindah ke Wat Pah Nanachat, sebuah vihara hutan internasional yang didirikan oleh para biksu dari negara barat.
Sembilan tahun Ajahn Brahm berlatih di pedalaman hutan Thailand. Pada bulan April 1983, dia diutus menjadi biksu nomor dua untuk mendampingi Ajahn Jagaro ke Australia. (WDY)
Pewarta: Oleh I Komang SupartaEditor : I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026