"Perolehan devisa tersebut merosot 12,72 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 8,69 juta dolar AS," kata Kepala Biro Humas Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan, demikian pula dari segi volume berkurang 29,66 persen dari 5,98 juta unit selama sepuluh bulan 2012 menjadi hanya 4,21 juta unit pada kurun waktu yang sama 2013.
Hal itu menunjukkan hasil kerajinan Bali dari bahan baku kulit semakin diminati masyarakat internasional, sehingga harganya semakin mahal persatu unitnya.
Ketut Teneng menambahkan, hasil kerajinan kulit mampu memberikan kontribusi 1,90 persen dari total ekspor Bali sebesar 398,75 juta dolar AS, meningkat 1,49 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 392,88 juta dolar AS.
Hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali itu antara lain baju jaket, sepatu, tas dan ikat pinggang, merupakan salah satu dari 17 jenis hasil kerajinan rumah tangga yang menembus pasaran luar negeri.
Ketut Teneng menambahkan, aneka jenis kerajinan kulit itu dibuat dengan rancang bangun (disain) sedemikian rupa, sesuai selera konsumen luar negeri. (M038)
Pewarta: Oleh IK Sutika: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.