Negara (Antara Bali) - Meskipun belakangan sering dilanda cuaca buruk, nelayan di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana tetap melaut, dengan hasil tangkapan bervariasi.

Pantuan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, tempat berlabuh nelayan yang menggunakan perahu selerek dan melaut cukup jauh, Senin, nyaris tidak ada yang mendapatkan hasil tangkapan karena ombak dan angin di tengah laut cukup besar.

Sementara, nelayan yang menggunakan sampan, dan kebanyakan bersandar di sepanjang pantai Dusun Ketapang Lampu, justru mendapatkan tangkapan udang lobster dalam jumlah yang cukup besar.

"Kalau ombak besar seperti ini, tangkapan lobster biasanya memang banyak, karena mereka keluar dari sarangnya akibat diguncang ombak," kata Samsul, salah seorang nelayan yang menggunakan sampan.

Ia mengaku, dalam dua hari terakhir, mendapatkan uang Rp600 ribu dari hasil penjualan lobster yang tersangkut jaringnya tersebut.

Sementara untuk nelayan yang menggunakan perahu selerek, banyak yang memilih untuk libur karena merasa tidak akan mendapatkan ikan.

"Seperti sekarang, perahu yang memaksa berangkat pulang tanpa mendapatkan ikan. Daripada capek-capek, lebih baik libur dulu," kata Samsuri, salah seorang anak buah perahu.(GBI)


Pewarta: Oleh Gembong Ismadi
: Gembong Ismadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026